Pengajuan 4 Ranperda oleh Pemko Siap Dibahas di DPRD

Payakumbuh – Rapat Paripurna DPRD Kota Payakumbuh kali ini membahas penjelasan Walikota Payakumbuh terkait Ranperda IMB, penyerahan fasilitas tata ruang dan permukiman, lambang daerah dan Ranperda perubahan Perda nomor 8 Tahun 2010. Hal tersebut diungkapkan Ketua DPRD Kota Payakumbuh YB Dt Parmato Alam ketika membuka Sidang Paripurna DPRD Kota Payakumbuh
Sidang paripurna kali ini ikut dihadiri Ketua DPRD bersama Wakil dan pimpinan fraksi, Wakil Walikota Payakumbuh, Asiten II, Staf Ahli, Pimpinan OPD, Unsur Forkopimda, Kepala Kankemenag, Pimpinan Instansi Vertikal, Kepala BPJS, Camat, Lurah se-kota Payakumbuh, pimpinan parpol, Ketua MUI, Ketua LKAAM, Bundo Kanduang serta dari awak media.
Dalam sidang yang terbuka untuk umum ini, akan mendengarkan Nota Penjelasan Walikota Payakumbuh terkait Pengajuan 4 Ranperda untuk disetujui menjadi Perda. Sebagaimana yang dipaparkan Wakil Walikota Payakumbuh Suwandel Mukhtar yakni,
Pertama, dalam rangka penertiban peran bangunan di Kota Payakumbuh agar serasi dan selaras sehingga terbentuk suatu tatanan bangunan yang handal dan memenuhi standar serta aturan administrasi yang berlaku, termasuk berkembangnya komplek perumahan dari tahun ke tahun. Untuk itu perlu diciptakan sebuah Perda yang mengatur perizinan bangunan sesuai Pasal 35 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 22 tahun 2010 tentang pedoman perizinan mendirikan bangunan.
“Ini menjadi dasar pengusulan Ranperda Izin Mendirikan Bangunan,” ucap Suwandel Muchtar.
Kedua, ia melanjutkan,berdasarkan UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang, penyerahan fasilitas pembangunan perumahan pemukiman untuk kebutuhan publik, dan perlu didukung dengan Perda, sehingga ada kepastian hukum. Namun saat ini belum ada regulasi daerah yang mengatur hal tersebut.
Ketiga,lambang daerah adalah cerminan sejarah dan kepribadian suatu daerah itu sendiri, maka pemakaian lambang daerah dapat menjadi simbol bahwa Kota Payakumbuh merupakan suatu daerah kenagarian. Pada lampiran Ranperda ini, simbol kembalikan ke 7 Gerigi merupakan lambang 7 kenagarian awal yang ada di Payakumbuh.
Sedangkan sekarang Payakumbuh tumbuh menjadi 10 Kenagarian sebagaimana yang terdapat di batang tubuh yakni Nagari Koto Nan Gadang, Nagari Koto Nan Ampek, Nagari Sungai Durian, Nagari Lampasi, Nagari Koto Panjang Lampasi, Nagari Tiakar, Nagari Aia Tabik, Nagari Limbukan, Nagari Payobasung dan Nagari Aur Kuning, sudah ada eksistensinya, namun tidak merubah lambang daerah.
“Berdasarkan Pasal 5 PP Nomor 77 tahun 2007, lambang daerah ditetapkan dengan Perda. Atas dasar itu kami mengajukan Ranperda,” ujar Suwandel.
Terakhir keempat, yakni tentang ranperda Perubahan atas Perda No 8 Tahun 2018 tentang penanaman modal, dan ini sudah sangat sering direvisi ulang. Karena Perda ini telah dibatalkan oleh Keputusan Gubernur Nomor : 180/1104/2016, maka sebagai tindak lanjut Keputusan Gubernur tersebut Pemko Payakumbuh mengajukan Ranperda ini.
Diharapkan dengan disetujuinya Ranperda ini menjadi Perda dapat meningkatkan masuknya investor untuk pembangunan kota Payakumbuh serta kesejahteraan masyarakat lebih baik lagi, papar Suwandel Mukhtar.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s