Kunker Diperlukan dalam Membidani Perda

Foto. 1. Pansus III DPRD Kota Payakumbuh ketika kunker ke Kab. PasamanUntuk melahirkan sebuah produk hukum, tentunya terlebih dahulu dilakukan kunjungan kerja. Maka dari itu, tim panitia khusus (Pansus) III DPRD Kota Payakumbuh berstudi banding ke kabupaten Pasaman dan Kota Bukittinggi.

Demikian dikatakan ketua Pansus III DPRD Kota Payakumbuh H. Maharnis Zul kepada Sekda kabupaten Pasaman A. Syafei, ketika melakukan kunjungan kerja tentang ranperda LLAJ, pengujian kendaraan bermotor, kawasan tanpa rokok dan ranperda izin mendirikan bangunan (IMB), Selasa (31/3).

Selama ini, jelas Maharnis Zul, setiap melahirkan perda, masih banyak diantara masyarakat yang berbenturan dengan SKPD. Kedepannya, kita tidak ingin lagi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan antara masyarakat dengan SKPD.

Intinya, ranperda yang kita bahas ini benar-benar bermamfaat bagi masyarakat luas. Tujuan dibuat perda ini, jelas-jelas untuk masyarakat luas, bagaimana supaya masyarakat nyaman berkatifitas, dan tertib dalam penyelenggaran dan tata kelola pemerintahan, seperti 4 ranperda yang dibahas pansus III ini, ujar Maharnis Zul.

Dalam kesempatan itu, Sekda kabupaten Pasaman A. Syafei bersama stafnya seperti Asisten pemerintahan Dalisman dan sejumlah SKPD terkait, mengatakan, apa yang dikatakan anggota Pansus III DPRD Kota Payakumbuh, sama dengan apa yang dilakukan Pemkab Pasaman.

Diuraikan A. Syafei, kunker Pansus III DPRD Kota Payakumbuh ke daerah kami sangat besar mamfaatnya bagi kami semua bersama SKPD terkait, karena dalam kesempatan ini, Pemkab Pasaman bisa pula menimba ilmu dan mendapat pengalaman yang berharga dari Kota Payakumbuh, paparnya.

Kemudian, di Pemko Kota Bukitinngi, rombongan Pansus III DPTD diterima pula oleh Sekda setempat H. Yuen Karnova bersama Kabag pemerintahan umum Zulfa Akmal dan SKPD lainnya, Rabu (1/4).

“Sebanyak empat ranperda yang di diskusikan antara anggota Pansus III DPRD Kota Payakumbuh dengan Pemko Kota Bukitinggi tidak jauh berbeda dengan kabupaten Pasaman, semuanya mengacu kepada undang-undang dan aturan yang berlaku. Perbendaannya hanya tergantung kepada kondisi daerah, “tambah Zulfa Akmal. (Nura/SA)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s