Damkar Belum Berkantor

Sejak berdirinya Kota Payakumbuh pada tahun 1970, kantor atau unit Pemamdan Kebakaran (Damkar) belum juga memiliki kantor, padahal instansi atau lembaga tersebut merupakan penyelamat nasib warga kota. Terlmbat sedetik saja bisa membumi hanguskan rumah warga.

“Kita sangat prihatin dengan awak Damkar yang kantornya menumpang di kelurahan Nunang yang lokasinya hanya pas-pas untuk parkir saja. Kini, menumpang lagi di kantor Balaikota baru, tepatnya di eks lapangan poliko (lapangan Tantawi), “ujar salah seorang warga Kota Payakumbuh, Setia Budi.SH.MH yang berdomisili di kelurahan Tanjung Pauh, kecamatan Payakumbuh Barat.

Menurut Setia Budi, dia tidak saja tinggal di Tanjung Pauh akan tetapi juga punya rumah di kelurahan Nunang, maka terlihat secara kasat mata setiap harinya, kantor Damkar bercampur dengan parkirnya bendi (delman). Akibat Damkar berkantor dekat bendi tersebut sering kuda bendi “takajuik” dengan keluarnya Damkar dengan menghidupkan sarine.

Jangankan kuda bendi terkejut, semua orang juga bisa bikin kaget dan berhamburan, sedangkan damkar yang keluar dari kandangnya itu tidak bisa memberi waktu, sebab terlambat sedetik saja datang ke lokasi kebakaran, bisa fatal dan membumi hanguskan kota Payakumbuh.

“Untuk itu, karena kantor dinas pertanian kabupaten Limapuluh Kota yang berlokasi disimpang benteng sudah pindah, alangkah bagusnya, kantor tersebut digunakan oleh awak Damkar. Tapi kalau dapat Damkar memiliki kantor sendiri, “harap Budi.

Terpisah, wakil ketua DPRD Kota Payakumbuh H. Wilman Singkuan, mengatakan, persolan Damkar harus menjadi pemikiran bersama, baik anggota DPRD selaku wakil rakyat, begitu juga masyarakat. Kemudian, SKPD terkait harus membuat perencanaan untuk kantor Damkar.

Sejak dulu hingga sekarang, saya sudah dua periode menjadi anggota DPRD, bahkan dipercaya sebagai ketua DPRD, Damkar memang belum mempunyai kantor, hanya bersifat menumpang, padahal mobil Damkar tidak bisa lengah dalam bertugas.

“Yang jelas, SKPD terkait harus memasukan anggarannya untuk tahun berikutnya, kapan perlu masukan dalam APBD-P tahun 2015 ini. Harapan dari semua pihak itu, jelas akan kita tindak lanjuti, “ujar balon Bupati Limapuluh Kota itu. (Nura/SA)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s