Syafrizal, Anggota DPRD yang Kecanduan Jaringan Irigasi

Gambar 18. Syafrizal---juru bicara fraksi Bintang Nasdem.Sukses mewujudkan jaringan irigasi untuk sawah tadah hujan kawasan saborang Sungai Durian seluas 35 Ha di Latina tahun 2013 dengan biaya Rp220 juta. Kini, kembali berkolaborasi dengan Bidang Pengairan Dinas PU Kota Payakumbuh.

Dia adalah Syafrizal (42), anggota komisi B DPRD Kota Payakumbuh dari Partai Bulan Bintang yang sudah periode duduk sebagai anggota dewan. Syafrizal kembali dipilih rakyat, kerena selalu sukses sebagai penyambung lidah rakyat.

“Selaku wakil rakyat, pada tahun 2014 kembali dibangun jaringan irigasi untuk sawah tadah hujan seluas 25 Ha di Hamparan Sawah Belakang Puskesmas Lampasi, berkat kebersamaan itu, akhirnya berhasil juga mewujudkan harapan rakyat, “ujar Syafrizal di Lamposi, Rabu (18/2).

Dikatakan pembina SSB, serta pembina tim bola lansia dan tim bola futsal itu, kerja keras untuk wewujudkan mimpi rakyat itu, lebih dari 20 tahun petani mengandalkan kincir air dan pompa ber-BBM solar untuk mengairi areal pertanian.

Untuk mendapatkan jaringan irigasi itu, tidak sedikit biaya yang dibutuhkan oleh petani demi sekali panen padi dalam satu tahun. Atas dasar itu, maka Syafrizal yang terlahir dari keluarga petani dan tidak asing dengan hidup “marasai”, sangat merasakan kegelisahan dan cobaan hidup para petani.

“Bermodalkan dana APBD Kota Payakumbuh tahun 2014 sebesar Rp150 juta, telah selesai dibangun jaringan irigasi baru berupa dam pasangan batu kali dan pipa pvc sepanjang 600 meter, “ujar suami Yumida (40) itu.

Dijelaskan ayah M.Yusa Prima (15) dan M.Helsi Prima (10) itu, dalam mewujudkan semua itu, kami juga sukses memperbaiki jaringan seperti DAM jaringan irigasi banda lobuah kabau bawah MAN 1 Kota Payakumbuh yang berlokasi di kelurahan Parambahan.

Kemudian, DAM Irigasi menuju Padang Aua Kelurahan Padang Sikabu, DAM Irigasi menuju Koto Panjang Dalam, DAM Irigasi Bonda Aia Nan Doreh, serta DAM Irigasi Sintuo Nan Kodok, hasilnya petani bergembira, panen bisa tiga kali dalam setahun, biaya produksi jadi lebih ringan.

“Analisa kita sederhana saja, panen padi 1 Ha kira-kira 6.000Kg x Rp2.500, = Rp15.000.000,-. Artinya panen 25 Ha adalah 25 x 15.000.000,- = Rp375.000.000,-. Itu baru sekali panen, rasanya tidak terlalu tinggi Pemerintah membiayai Rp150.000.000,- demi hasil Rp375.000.000, “ujar sigembala itik sewaktu kecil itu.

Untuk untuk masyarakat tani sekali panen, akan lebih besar lagi dikalikan 3 kali setahun dan umur Teknis DAM Irigasi yang sangat panjang mencapai 30 tahun atau lebih. Tahun 2015 ini kembali kita lanjutkan DAM irigasi yang terbengkalai pada semua kawasan pertanian di Latina dan Payakumbuh Utara.

“Dengan jujur saya katakan, terwujudnya semua itu, masyarakat sangat bersyukur pada Allah SWT dan berterima kasih pada Pemko Payakumbuh dibawah kepemimpinan Bapak Riza Fahlevi,ST.MT dan Bapak Drs.Suwandel Mukhtar,MM, “ujar mantan guru komputer Central Computer Course (C3) Payakumbuh itu. (Nura/SA)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s