Soal Bea Siswa, Anggota Komisi C DPRD Minta Disdik Melakukan Validasi Data

Agar tidak membingungkan masyarakat. Anggota komisi C DPRD Kota Payakumbuh, meminta kepada jajaran dinas Pendidikan untuk melakukan validasi data keluarga miskin di Payakumbuh.

“Tujuannya agar siswa yang mendapat bea siswa benar-benar terukur dari data yang benar. Kita lihat selama ini, masih banyak laporan masyarakat, bahwa indikator kemiskinan itu rancu, “tanya anggota komisi C ketika rapat kerja dengan dinas Pendidikan di kantor DPRD setempat, Kamis (22/1).

Dikatakan, PLH dinas Pendidikan Elfi Joni, data kemiskinan, sebetulnya sama, hanya saja, perbedaannya, bisa saja ada diantara warga yang pindah tapi tidak melapor ke kelurahan, begitu juga ada yang meninggal tapi belum tercatat oleh aparatur kelurahan.

“Yang jelas, kata Elfi Joni, kita selelau memakai data akurat, dalam menetapkan bea siswa, kami selalu melakukan cek fisik atau survei ke rumah warga yang dikatakan miskin tersebut, pengertian inilah yang harus kita seragamkan bersama masyarakat, “ujarnya.

Terpisah, kepala Bappeda kota Payakumbuh Rida Ananda, mengatakan, sepanjang kepemimpinan Walikota Riza Falepi dan Wakil Walikota H. Suwandel Muchtar, cukup banyak kegiatan penanggulangan kemiskinan yang dilakukan pemko termasuk dinas Pendidikan.

Kegiatan Pemko, selain dinas Pendidikan, juga melalui  bantuan usaha ekonomi produktif, seperti bantuan modal kelompok usaha bersama (KUBE), kelompok wanita tani (KWT), kelompok budidaya perikanan (pokdakan) dan kegiatan lainnya. Usaha-usaha tersebut, berkembang baik di berbagai kelurahan  di kota ini, dengan omset milyaran rupiah.

Selain bantuan modal usaha yang dilakukan SKPD terkait, Dinas  Sosal Tenaga Kerja, Dinas Tanaman Pangan  Perkebunan dan Kehutanan, Dinas Perikanan dan Peternakan serta Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga  Berencana serta Kantor Ketahanan Pangan, juga dilakukan pemko melalui rehabilitasi rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni. Sepanjang dua tahun terakhir, pemko telah membangun 300 lebih rumah layak huni buat keluarga miskin.

Hanya saja, kata Rida,  angka  kemiskinan di Payakumbuh, masih tercatat cukup tinggi, jika membanding dengan data BPS. Hal itu  terlihat dari data Program Pendataan Perlindungan Sosial (PPLS) tahun 2011 yang  berjumlah 34.128 jiwa yang sudah terregistrasi oleh pemerintah pusat melalui BPJS.

Kemudian, menurut data Dinkes masih ada keluarga miskin yang belum terregister sebanyak 1.673 jiwa lagi. “Kalau diakumulasikan, berarti di Payakumbuh tercatat 35.801  warga miskin di kota ini,” ujarnya. (Nura/SA)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s