Diduga Apel Impor Terkontaminasi Bakter, DT. Parmato Alam : Jangan Ada yang Dirugikan

Gambar 30. Tim bidang Perdagangan Diskoperindag ketika melakukan razia Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Payakumbuh tidak bosan-bosannya melakukan razia buah-buahan jenis apel. Kini kembali  merazia toko buah dan swalayan yang menjual apel impor yang diproduksi dan dikemas Bidart Bros, Bakersfield, California, Kamis (29/1).

Dalam razia yang dilancarkan Diskoperindag itu, mebuahkan hasil maksimal. Buktinya, diduga apel jenis granny smith dan gala produksi perusahaan AS banyak ditemukan dan beredar di kota Payakumbuh. Razia dilakukan karena kedua jenis apel yang diimpor dari Bidart Bros itu terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes.

Kepala Diskoperindag kota Payakumbuh H. Dahler SH, didampingi Kabid Perdagangan Betri Yetti Spi, di ruang kerjanya menjelaskan, razia itu dibentuk sebuah tim yang  terdiri dari bidang Perdagangan.

Mereka telah melakukan operasi di sejumlah tempat di kota Payakumbuh, seperti swalayan Niagara, swalayan Mega Prima, swalayan Ramayana, toko buah Adek-Abang simpang Bunian jalan Tan Malaka dan sampai ke pasar buah jalan Gajah Mada.

‘Dalam Operasi ini diduga banyak ditemukan jenis apel yang terkontaminasi virus seperti yang dimaksud, operasi dan  razia ini juga dilakukan di seluruh daerah, pihaknya akan terus memantau dan mangantisipasi kemungkinan beredarnya apel impor dari Bidart Bros, “tambahkan Betri.

Untuk dan seterusnya, masyarakat diminta untuk tidak membeli dan mengonsumsi apel dengan label California. “Kalau masih ada, pasti kita tarik dari peredaran, “tegasnya.

Terpisah, ketua DPRD Kota Payakumbuh Yendri Bodra Dt. Parmato Alam, ketika dikonfirmasikan, mengatakan, pihaknya mendukung operasional yang dilakukan Diskoperindag, diharapkan razia tersebut dilakukan setiap hari dan dipantau terus setiap saat.

Kami menilai, Diskoperindag sangat tanggap terhadap perkembangan pasar, dengan melakukan razia apel yang diduga banyak “kuman” dan berbahaya itu, maka terselamatkan banyak orang di Kota Payakumbuh khusunya dan warga Sumbar pada umum.

“Dengan ini DPRD Kota Payakumbuh mengapresiasi Diskoperindag, dan diharapkan kepada pemilik toko atau oknum penjual apel kedepan untuk lebih berhati-hati dalam berdagang. Artinya dalam hal ini jangan ada yang dirugikan, “ujar YB. Dt. Parmato Alam.

Mengenai keputusan Kementrian Perdagangan (Kemendag) melarang peredaran apel jenis Granny Smith dan Gala dari Amerika Serikat disambut gembira penjual buah- buahan kota Payakumbuh.

Seperti yang dikatakan  Alek (36) salah seorang pedagang buah di jalan Gajah Mada meminta pelarangan ini disertai tindakan tegas dengan merazia peredaran dua jenis apel itu diseluruh Indonesia.

“Dugan-dugaan itu bisa saja terjadi. Maka, kami mengapresiasi sikap tegas dari Pemko Payakumbuh yang melarang peredaran apel dari Amerika Serikat dan berharap tindakan ini menjadi peluang bagi apel lokal untuk kembali menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujarnya.

“Alek juga menyarankan razia apel Granny Smith dan Gala itu tidak cukup dilakukan di pasar dan supermarket, tetapi razia ini juga harus menyasar ke gudang-gudang milik importer. Jika telah diketahui keberadaannya apel- apel itu harus segera dimusnahkan agar bakterinya tidak menular ke apel local, “ujarnya. (Nura/SA)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s