Ketua DPRD Sayangkan Adanya Siswa SMKN 2 Ditangkap Satpol PP

YB. Dt. Parmato Alam--ketua DPRD Kota Payakumbuh. Gambar 6Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Yendri Bodra Dt. Parmato Alam, menyayangkan adanya siswa SMKN 2 Payakumbuh tertangkap tangan oleh Satpol PP ketika cabut pada jam pelajaran.

Diciduknya empat   siswa SMKN 2 Payakumbuh oleh anggota Satpol PP Payakumbuh, di sebuah warung di seputar SMKN 2 di Kelurahan Bulakan Balai Kandi, Kecamatan Payakumbuh Barat, Selasa (13/1), sekitar pukul 09.45 WIB itu tentunya membuat malu kita semua.

“Apalagi keempat siswa tersebut diduga tengah main domino dan kertas ceki atau koa, saat ditangkap petugas, “ujar YB. Dt. Parmato Alam kepada sejumlah watawan di kantor DPRD kota Payakumbuh, Selasa (13/1).

“Kedepan, kepada seluruh sekolah, baik tingkat SD, SLTP dan SLTA agar benar-benar mengontrol siswanya ketika jam pelajaran. Jika ada diantara siswa yang belum hadir masuk kelas, guru kelas seyogianya mengecek siswa tersebut kepada temannya, kapan perlu dicek sampai kepada orangtunya, “harap YB. Dt. Parmato Alam.

Terpisah, Kasat Pol PP kota Payakumbuh Fauzi Firdaus ketika dikonfirmasikan, membenarkan, pihaknya telah menciduk empat siswa SMKN 2 Payakumbuh, bolos pada saat jan pelajaran.

Keempat pelajar yang ditangkap itu adalah, Randika Desvira,  mesin (Payolansek), M. Ikhlas, kelas 3 (Situjuh),  Afis Alnabari, kelas 3 mesin produksi, (Suliki) dan Zaki Fadila, kelas 3 mesin (koto nan Gadang. Selain menangkap empat siswa  yang di warung, petugas juga menangkap 3 siswa SMKN 2 yang cabut dan berada di jalan raya menuju sekolah.

Ketika itu tersebut adalah  Supriadi,  kelas 3 jurusan mesin produksi, beralamat di Tanah Mati,  Kelvin Zelinsky,  kelas 3 mesin produksi (Suliki) dan  Elvano Desa Perdana,  kelas 3 mesin (Koto nan Gadang). Seluruh pelajar yang bolos itu untuk selanjutnya digiring ke Markas Satpol PP di lapangan Poliko.

Hanya saja, ketika keempat  pelajar bersangkutan diperiksa di Markas Satpol PP, semuanya  mengaku tidak  bermain domino dan kertas koa. Seluruh siswa mengaku, hanya duduk-duduk di warung sekolah itu. Kertas koa dan domino  yang ditemukan petugas Satpol PP di atas meja warung itu sebagai barang bukti, dikatakan pelajar, sudah ada juga saat mereka berkunjung ke warung dimaksud.

Para pelajar yang bolos itu, untuk selanjutnya diserahkan Satpol PP  ke pihak sekolah, dengan lebih dahulu membuat surat perjanjian untuk tidak mengulang perbuatannya. Surat perjanjian itu juga ditandatangani orang tua siswa, setelah disuruh datang petugas ke Markas Satpol PP, kata Fauzi. (Nura/SA)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s