Belasan Tahun Muti Ranik Genta Mati Suri, Anggota Komisi B DPRD Minta Dinas Terkait Memfasilitasinya

Muti Ranik Gentan, sebuah nama jenis usaha tenun songket dan pakaian adat minang kota Payakumbuh, yang berlokasi di kawasan ngalau indah, kelurahan Pakan Sinayan, kecamatan Payakumbuh Barat, mati suri.

“Berbicara soal home industri di Kota Payakumbuh, memang banyak yang harus kita benahi. Apalagi jenis usaha tenun yang pernah dikelola oleh Muti Ranik Genta, “ujar Syafrizal salah seorang anggota komisi B DPRD kota Payakumbuh dikantor DPRD setempat, Jum’at (28/11).

Selama ini kita lihat, keberadaan home industri tersebut dapat memperkejakan karyawan lebih kurang 100 orang lebih. Dengan mati surinya usaha tersebut lebih kurang 11 tahun belekangan, kita harapkan dinas terkait meninjau ulangnya.

Kita lihat, produk kota Payakumbuh jenis songket dan pakaian adat minang tersebut sudah banyak pula di komersilkan dan diekspor ke luar negeri seperti Amsterdam, Jepang, Malaysia, Singapura, Thailan dan sebagainya.

“Jenis-jenis usaha home industri di Payakumbuh, sebetulnya cukup banyak. Hanya saja dalam pengelolaannya yang minim. Makanya kedepan kita harapkan dinas terkait sangat serius memfasiltisinya, “harap Syafrizal selaku anggota komisi B DPRD.

Ditempat terpisah, mantan pengusaha tenun songket dan pakaian adat minang Muti Ranik Gentan, Asrul St. Basa (78), kepada sejumlah wartawan di Payakumbuh, Jum’at (28/11), mengatakan, usaha yang saya kelola lebih kurang 11 tahun ini memang tidak dapat dilanjutkan lagi.

Alasan tidak jalannya usaha tenun ini, disebabkan saya sudah tua, anak dan keponakan tidak hobbi berbisnis tenun, makanya segala peratannya senilai Rp400 juta lebih di kandangkan di kota Bandung Jawa Barat.

Jika, pemerintahan menginginkan lokasi tenun plus peralatan dan  rumah saya dijadikan tempat usaha tenun dan jenis usaha home industri lainnya, jujur saya katakan saya siap, asal kota Payakumbuh kembali berjaya seperti belasan tahun belakangan.

“Alat tenun yang parkir di Bandung itu bisa ditarik lagi ke kota Payakumbuh. Kemudian, lokasi di ngalau indah tersebut bisa juga dijadikan tempat usaha home indsutri lainnya, “ujar Asrul St. Basa.(Nura/dav)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s