MOJOKERTO BELAJAR INKLUSIF

Keistimewaan pendidikan di Kota Payakumbuh menjadi perhatian banyak pihak. Makanya, DPRD Kota Mojokerto datang ke Kota Batiah melakukan kunjungan kerja ingin tahu betul tentang penyelenggaraan pendidikan yang bermutu bagi semua anak berkebutuhan khusus (inklusif). Kadinas Pendidikan Edvianus secara gamblang mengatakan bahwa Payakumbuh di bidang pendidikan memvisikan terwujudnya insan kota Payakumbuh yang cerdas, kompetitif dan tangguh, serta mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.

 

”Kami ingin sekali menjadikan kota kami juga bervisi pendidikan inklusif ini. Namun, tentu harus ada perbandingan dari kota lain yang telah menerapkannya. Payakumbuh kami kenal selaku kota yang berhasil menerapkan konsep pendidikan ini,” ujar Wakil Ketua DPRD Mojokerto Yunus Suprayitno sekaligus memimpin 14 orang rombongannya, Selasa (25/9) kemarin.

 

Pimpinan DPRD Payakumbuh, Ketua Wilman Singkuan Datuak Parpatiah, Wakil Ketua H Sudirman Rusma dan H Suhaimi Birran BA,  beserta komisi C ikut dalam diskusi bersama Kadinas Pendidikan Payakumbuh dan DPRD Mojokerto di ruang sidang. 10 pointer pertanyaan sebelumnya sudah dikirimkan ke Payakumbuh. Namun, pertanyaan itu ternyata tak cukup mengenyangkan rasa ingin tahu tamu Mojokerto. Edvianus dicecar dengan beragam pertanyaan lainnya.

 

”Mengupayakan pemerataan dan perluasan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh masyarakat kota Payakumbuh. Membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak secara utuh sejak usia dini dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar. Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral,” ungkap Edvianus menceritakan tentang misi pendidikan inklusif ini.

 

Ditambahkan Edvianus dalam paparan tersebut, bahwa misi lainnya, meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pemberdayaan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap dan nilai, berdasarkan standar kota, propinsi, nasional, dan global. Memberdayakan peran serta masyarakat dalam menyelenggarakan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks negara kesatuan Republik Indonesia.

 

Menjawab pertanyaan Mojokerto, jumlah sekolah yang ada di kota Payakumbuh, yaitu TK/RA 42 sekolah, Sekolah Dasar/MI  76 sekolah, SMP/MTs  15 sekolah, SMA/MA 14 sekolah, SMK 9 sekolah, siswa yang berusia 7 – 12 tahun sebanyak 17.228 orang.

Kebijakan khusus kebijakan Kepala Dinas Pendididkan Kota Payakumbuh dalam pengembangan layanan pendidikan inklusif di sekolah dengan menetapkan 33 sekolah penyelenggara melalui SK penetapan. Lalu, menugaskan 35 Guru Pembimbing Khusus di sekolah penyelenggara melalui SK penugasan.

”Setelah itu, secara kebijakan juga dibentuk Kelompok Kerja Guru Pembimbing Khusus (KK-GPK) Kota Payakumbuh, setelah itu membentuk kelompok kerja Pengembangan Pendidikan Inklusif Tingkat Kota Payakumbuh, yang pengurus dan anggotanya berasal dari unsur: Kepala Bidang, Kasi kurikulum, Dewan Pendidikan, Pemerhati Pendidikan  (masyarakat), Kepala Sekolah, dan Guru,” ujar Edvianus.

 

Selanjutnya, pendidikan inklusif di Payakumbuh dilanjutkan dengan sistemasi memberikan dukungan kepada Center seperti; mengusahakan lokasi pengembangan Center, menunjuk Center sebagai pusat sumber pengembangan pendidikan inklusi, mendorong sekolah untuk memamfaatkan sarana yang ada digunakan oleh sekolah-sekolah lain.

 

DPRD Mojokerto mengajukan banyak pertanyaan tentang pendidikan bagi anak kebutuhan khusus ini. Khusus data anak kebutuhan khusus; tunanetra 49  orang, tunarungu 101 orang, tunagrahita 135 orang, tuna daksa 11 orang, tuna laras 11 orang, autis 68 orang, lambat belajar 156 orang, kesulitan belajar 117 orang, cerdas istimewa 82 orang, jadi total anak kebutuhan khusus yang di Payakumbuh 728 orang.

 

Anak kebutuhan khusus belajar di SLB sebanyak 327 orang siswa dan berada di sekolah Inklusi sebanyak 401 orang. Rombongan Mojokerto terlihat puas dengan penjelasan Edvianus.

Kunjungan kerja itu, diakhiri dengan saling bertukar cendera mata kedua daerah. Pihak DPRD Kota Payakumbuh  secara bergantian,  Ketua DPRD Wilman Singkuan, S So MM, dan Wakil H. Sudirman Rusma serta H. Suhaimi Birran BA menerima cindera mata, sedangkan di pihak DPRD Mojokerto diwakili wakil ketua , Yunus Suprayitno.(Fitd/BT)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s