KOMISI C DPRD PASAMAN KUNJUNGI DPRD PAYAKUMBUH

DPRD Kota Payakumbuh, Rabu (21/3) menerima kunjungan kerja Komisi C DPRD Pasaman di ruangan Badan Musyawarah (Bamus) setempat. Sekitar tujuh orang Komisi C DPRD Kabupaten Pasaman disambut baik komisi C DPRD Kota Payakumbuh yang diwakili Ir. Zul Amri.

“kami merasa senang dengan kedatangan komisi C DPRD Kabupaten Pasaman untuk  sharing  mengenai kebersihan di Kota Payakumbuh” ujarnya.

Payakumbuh, sudah lima kali meraih Adipura  karena di bidang lingkungan hidup dan K3. Adipura  merupakan suatu kebanggaan bagi Kota Payakumbuh. Oleh karena itu, Kota Payakumbuh menjadi pusat motivasi bagi daerah lain.

Ketua Komisi C Kabupaten Pasaman , Drs. Edi Ahmad, MSc.MA mengungkapkan tujuan kami kunjungan kerja ke DPRD Kota Payakumbuh selain untuk mempererat silahturahmi juga belajar lebih banyak lagi  mengenai keberhasilan Kota Payakumbuh dalam hal merebut Adipura.

“Kami termotivasi ingin berhasil seperti di Kota Payakumbuh dan berharap DPRD Payakumbuh bisa berbagi pengalaman yang akan kami jadikan terombosan baru untuk Pasaman ke depan” ungkapnya.

Dinas Tata Ruangan, Yulizon, S.sos menjelaskan kebersihan Kota Payakumbuh tidak lepas dari campur tangan masyarakat. Sebanyak 63 km2  dari 80 km2 luas tanah Kota Payakumbuh masalah kebersihan sudah terlayani dengan baik dengan sistem tiga shift  yaitu dari jam 05.00-09.00, jam 09.00-16.00 dan jam 16.00-20.00 WIB.

Selain itu, Kota Payakumbuh memiliki TPA Regional yang menampung lima daerah. Sampah tersebut  diolah jadi kompos yang akan  menghasilkan pendapatan bagi daerah Kota Payakumbuh.

Sukirman Zakariya menambahkan Kota Payakumbuh mempunyai objek –objek wisata yang indah . “ keberhasilan merebut  Adipura ini didukung dengan kebersihan objek wisata yang ada di Kota Payakumbuh” ,tambahnya selaku kepala dinas pariwisata.

Komisi C DPRD Kabupaten Pasaman, Ir. Irwan Arifin  dan Nazarudin Koto, M.Si mengatakan Pasaman memiliki home industri peternakkan ayam , namun  belum bisa mengelola kotoran ayam menjadi kompos dan  bagaimana  memanajemen dan motivasi pasukan Kuning untuk bekerja lebih baik dalam merebut Adipura.

Menanggapi pertanyaan di atas, Yulizon menjelaskan Kota Payakumbuh saat ini belum mengunakan kotoran ayam untuk dijadikan pupuk kompos.  Soal Pasukan Kuning, tanpa Pasukan Kuning yang berada di barisan terdepan mustahil  Kota Payakumbuh  mampu mencatat prestasi yang membanggakan di tingkat nasional. Untuk itu, diutamakan pendekatan dan memberikan  memotivasi  seperti reward. Selain itu peminat menjadi Pasukan Kuning cukup banyak.

” Jika mendapat Adipura, pasukan kuning akan diberikan reward yang sebelumnya telah dianggarkan. Dan reward tersebut dibagi dengan rata”jelasnya.

Pada saat yang bersamaan Sekretariat DPRD Kota Bukittinggi melakukan konsultasi ke sekretariat DPRD Kota Payakumbuh . Konsultasi tersebut dalam rangka mengetahui hal-hal yang terkait dengan perubahan tatatertib DPRD Kota Payakumbuh.(Fit/Bt)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s