Komisi C DPRD Lihat Langsung SMP Negeri 3 Payakumbuh

Penghentian rencana pengembangan SMP Negeri 3 Payakumbuh oleh Dinas Tata Ruang dan Kebersihan menjadi perhatian Komisi C DPRD Kota Payakumbuh. Kemaren, Selasa (13/3),  Komisi yang membidangi pendidikan ini meninjau langsung ke lokasi rencana pengembangan SMP yang telah terakreditasi A dan Sekolah Standar Nasional (SSN) ini. Rombongan Komisi C yang dipimpin Ketua Komisi C  Mustafa bersama anggota Komisi C lainnya Ir Zul Amri dan YB DT Parmato Alam diterima Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Payakumbuh Drs. Maizul di ruang kerjanya. Selain itu hadir juga Kepala Dinas Pendidikan Drs. Edvianus, Ketua Komite Sekolah W Dt Paduko Basa Marajo, S Sos, dan juga Tuo Ulayat Bukit Sitabur M Janis St Mudo.

Menurut Kepsek SMP Negeri 3 Payakumbuh Drs Maizul penghentian seluruh kegiatan penggalian / pemotongan bukit dalam rangka pengembangan sekolah tersebut telah dilakukan semenjak hari rabu tanggal 22 Februari 2012, memenuhi surat perintah penghentian seluruh kegiatan penggalian yang dikirimkan Dinas Tata Ruang dan Kebersihan beberapa hari sebelumnya.  Dalam surat tersebut dicantumkan bahwa kegiatan pemotongan dan penggalian tanah bukit tidak sesuai dengan Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, Undang-undang nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan juga Perda Kota Payakumbuh Nomor 1 Tahun 2012 tentang RTRW. Dikatakan bahwa lokasi perluasan sekolah tersebut berada pada kawasan lindung dan juga kawasan rawan longsor.

Dikatakan Kepsek Drs Maizul rencana pengembangan SMP 3 ini dimaksudkan dalam usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memperbaiki dan menambah sarana dan prasarana yang ada. Dijelaskan juga bahwa saat ini beberapa sarana dan prasarana sekolah tidak lagi dapat menampung jumlah siswa yang makin bertambah. Untuk itu sekolah mengambil kebijakan untuk melakukan perluasan kebagian belakang sekolah yang merupakan bagian dari lereng Bukit Sitabur.

Ditambahkan Ketua Komite Sekolah W Dt Paduko Basa Marajo, S Sos  bahwa pihak sekolah hanya berniat baik dalam upaya memenuhi kebutuhan tambahan sarana dan prasarana sekolah. Perluasan yang dapat dilakukan hanya pada bagian belakang sekolah, dimana tanah tersebut sudah merupakan milik SMP Negeri 3 Payakumbuh. Pemancungan bukit yang dilakukan menurutnya telah sesuai dengan ketentuan. Pemancungan diusahakan dengan radius 45 derajat dan juga secara bertahap di areal tersebut akan dilapisi dengan rumput lempeng. “Apapun itu kami hanya ingin mengusakan fasilitas terbaik bagi siswa kami, tanpa maksud melanggar undang-undang atau aturan yang ada” tambahnya.

Tuo Ulayat Bukit Sitabur M Janis St Mudo yang juga hadir pada kesempatan tersebut menambahkan bahwa ijin pemancungan bukit tersebut telah disetujui oleh Kerapatan Adat Nagari (KAN) Aie Tabik. KAN Aie Tabik telah memberikan masukan-masukan dalam upaya perluasan yang direncanakan. M Janis St Mudo berharap Komisi C DPRD bisa memediasi antara pihak sekolah, Dinas Pendidikan dan Dinas Tata Ruang dan Kebersihan dalam menyelesaikan permasalahan ini.

Ketua Komisi C Mustafa berjanji akan memfasilitasi untuk mencari jalan keluar masalah ini. “Kita tidak ingin usaha memajukan mutu pendidikan di SMP Negeri 3 terhalang. Tetapi kita juga tidak ingin usaha tersebut berbenturan dengan hukum dan perundang-undangan”, ungkapnya.(yh/Bt)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s