BKM dan Faskel se kota Payakumbuh hadir di DPRD

BKM dan Faskel diundang DPRD kota Payakumbuh dalam acara hearing atau rapat dengar pendapat, kamis (12/1). Bertempat di ruang sidang utama acara hearing dipimpin oleh ketua komisi A Alhadi Hamid, didampingi penasehat komisi A Wilman Singkuan dan anggota komisi A lainnya.

Sekitar 70 orang perwakilan dari Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) serta Fasilitator keliling (Faskel) hadir dalam acara tersebut. Membuka hearing, ketua komisi A Alhadi Hamid menyampaikan bahwa hearing ini bertujuan menjemput  aspirasi dari masyarakat yang kali ini diundang adalah BKM dan Faskel se kota Payakumbuh. DPRD berharap ada masukan-masukan dari BKM dan Faskel untuk kemajuan kota Payakumbuh kedepan.

Damai Fitri koordinator BKM Kubu Gadang menyampaikan secara umum tidak ada permasalahan berarti yang dihadapinya di lapangan. Anggota BKM Kubu Gadang menurut Damai Fitri sebagian besar adalah ibu-ibu, kebanyakan dari mereka juga berasal dari golongan ekonomi bawah. Sampai saat ini semua yang dilakukan di BKM bersifat relawan dan sosial. Damai Fitri berharap agar anggota BKM bisa mendapat sedikit uang saku atau uang transport. “Kami berharap agar anggota BKM tidak menjadi relawan sepanjang masa” demikian ungkap Damai Fitri.

Hal senada juga disampaikan oleh beberapa pengurus BKM dan Faskel lainnya. Permata Budi misalnya mengatakan biasanya diawal terbentuknya BKM anggota-anggotanya sangat antusias. Seiiring berjalannya waktu yang terjadi adalah partisipasi mereka makin berkurang. Tidak bisa disalahkan juga karena mereka juga tetap harus memprioritaskan isi perut. “Paling tidak kalau ada sedikit uang saku atau pengganti transport mereka menjadi lebih bersemangat”, kata Permata Budi.

Sedikit berbeda Alnoferi Dt Rajo Mangkuto mengatakan sangat apresiasi terhadap DPRD karena telah mengundang BKM dan Faskel se kota Payakumbuh dalam acara hearing. Disisi lain Rajo Mangkuto menyayangkan kurangnya koordinasi dan komunikasi antara instansi yang berhubungan langsung dengan BKM.

Menanggapi keluhan-keluhan yang disampaikan perwakilan BKM dan Faskel anggota Komisi A Syaiful Anwar, SH mengatakan bahwa permasalahan utama yang mengemuka adalah BKM atau Faskel dalam melaksanakan tugas di lapangan tidak memperoleh honor atau uang saku sama sekali. Untuk itu Syaiful Anwar, SH sangat menghargai apa yang telah dilakukan BKM dan Faskel untuk  masyarakat Payakumbuh. Kedepan Komisi A berjanji akan berusaha mencarikan jalan keluar terkait dengan uang saku atau honor yang mungkin bisa diterima oleh BKM ataupun Faskel.

Menutup acara hearing tersebut ketua Komisi A Alhadi Hamid menyampaikan semua keluhan dan masukan yang diterima dari perwakilan BKM dan Faskel hari ini akan disampaikan kepada Walikota dan SOPD terkait.(yh/Bt)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s