Penyampaian Nota Keuangan Rancangan Perubahan APBD Kota Payakumbuh oleh Walikota Payakumbuh

Target belanja daerah kota Payakumbuh mengalami penambahan sebesar Rp. 43.552.289.583,- dari target semula yang hanya sebesar Rp. 382.010.196.555,- menjadi Rp. 425.562.486.138,- atau naik sebesar 11,40%.

Hal ini disampaikan oleh Walikota Payakumbuh H Josrizal Zain dalam pidato pengantar nota keuangan rancangan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah kota Payakumbuh tahun anggaran 2011 dalam rapat paripurna DPRD, kamis (6/10).

Bertempat di ruang sidang utama DPRD, rapat paripurna dipimpin wakil ketua DPRD H Sudirman Rusma didampingi H Suhaimi Birran, BA dan dihadiri seluruh anggota DPRD, Sekda, asisten, muspida plus dan undangan

Dijelaskan walikota kenaikan sebesar 11,40 % tersebut dengan komposisi Belanja tidak langsung ditargetkan sebesar Rp. 253.677.726.092,- naik sebesar Rp. 27.064.311.580 atau 11.94 % dari target awal Rp. 226.613.414.512,-. Sementara pada pos belanja langsung mengalami penambahan sebesar Rp. 16.487.978.003,- dari rencana awal yang hanya Rp. 155.396.782.043 menjadi Rp. 171.884.760.046,- atau naik 10.61%.

Dari kelompok belanja tidak langsung yang direncanakan mengalami perubahan adalah pada jenis belanja pegawai yang naik sebesar Rp. 24.422.239.168,- atau 11.57 %,  jenis belanja hibah naik sebesar Rp. 1.831.550.000,- atau 22.57%. Sementara pada jenis belanja bantuan sosial  yang semula direncanakan sebesar Rp. 5.389.500.000,- mengalami kenaikan sebesar 15,04 % sehingga menjadi Rp. 6.200.022.412. Dijelaskan walikota kenaikan tersebut terutama untuk belanja bantuan olah raga, bonus dan kontribusi MTQ propinsi.

Sementara pada kelompok belanja langsung yang direncanakan mengalami perubahan  adalah jenis belanja pegawai, jenis belanja barang dan jasa dan juga balanja modal. Belanja pegawai mengalami kenaikan sebesar Rp. 3.835.676.476 menjadi Rp. 37.175.506.734. Pada jenis belanja barang dan jasa naik sebesar Rp. 10.808.012.598,- menjadi Rp. 72.867.726.410,-. Sementara pada belanja modal kenaikan sebesar Rp. 1.844.288.929,- menjadi Rp.  59.997.237.973,-

Dijelaskan juga dalam APBD Perubahan tahun 2011 ini pembiayaan daerah mengalami peningkatan sebesar Rp. 1.335.288.697,-. Hal ini disebabkan penyesuaian target sisa lebih perhitungan anggaran tahun lalu yang mengalami peningkatan berdasarkan hasil audit BPK RI perwakilan Padang.

“Kebijakan pembiayaan daerah pada perubahan APBD 2011 adalah pembiayaan disediakan untuk menganggarkan setiap penerimaan yang perlu dibayarkan kembali dan atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran yang bersangkuatan maupun pada tahun-tahun anggaran berikutnya” demikian disampaikan walikota.

Sementara secara ringkas rencana pendapatan daerah kota Payakumbuh pada perubahan APBD tahun 2011 sebagai berikut : Untuk pendapatan asli daerah perubahan direncanakan sebesar Rp. 42.951.661.628,- atau naik sebesar 6,89% dari APBD awal.

“Kenaikan PAD ini antara lain disebabkan dari peningkatan target penerimaan yang berasal dari pajak resetoran, pajak penerangan jalan, bagian laba (deviden) Bank Nagari Sumatera Barat, pendapatan BLUD RSUD Dr. Adnaan WD dan retribusi pasar grosir/pertokoan”

Untuk pendapatan daerah yang berasal dari dana perimbangan terjadi kenaikan sebesar Rp. 1.478.749.138,- atau naik 0,50%, dimana target APBD awal sebesar Rp. 293.493.948.031,- naik menjadi Rp. 294.972.697.169,-, dimana kenaikan tersebut berasal dari bagi hasil pajak/bukan pajak.

Sementara lain-lain pendapatan daerah yang sah pada perubahan APBD 2011 ini direncanakan mengalami kenaikan sebesar Rp. 37.969.064.860,- atau 160,63% sehingga menjadi Rp. 61.606.679.440,-. Kenaikan tersebut berasal dari kenaikan dana bagi hasil pajak propinsi yang naik sebesar Rp. 5.890.093.100,-, dana penyesuaian yang digunakan untuk pembayaran tunjangan profesi guru dan dana bantuan operasional sekolah serta dana percepatan pembangunan infrastruktur daerah.

Dijelaskan walikota bahwa pengajuan perubahan APBD tahun anggaran 2011 merupakan evaluasi terhadap pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah pada semester pertama tahun anggaran berjalan, dimana dalam pelaksanaan APBD tahun 2011 tersebut ternyata banyak hal yang perlu dilakukan penyesuaian yaitu adanya perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi dasar kebijaan umum APBD tahun anggaran 2011, perubahan kebijakan pendapatan daerah, perubahan kebijakan belanja daerah dan juga perubahan kebijakan pembiayaan daerah”

Sebelumnya ditempat yang sama pagi harinya juga digelar rapat tertutup DPRD dengan Pemko Payakubuh terkait dengan masalah pembangunan kantor walikota. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan pembangunan kantor walikota. Dalam rapat tersebut Walikota didampingi oleh Sekda, Asisten I dan II.

Paripurna diakhiri dengan penandatanganan nota kesepakatan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan tahun anggaran 2011. Pihak eksekutif diwakili oleh Walikota Payakumbuh H Josrizal Zain sementara DPRD diwakili oleh Wakil ketua H Sudirman Rusma dan H Suhaimi Birran, BA. (humas DPRD)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s