KEMBALI BERSAFARI, TSR III FASILITASI KELUHAN WARGA

Setelah mengunjungi dua masjid, Tim Safari Ramadhan (TSR) III Pemerintah Kota Payakumbuh kembali turun pada Senin (8/8). Kali ini, TSR III yang dipimpin oleh  Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Wilman Singkuan,S.Sos mengunjungi Masjid Darul Wustha Kelurahan Padang Tiakar Mudiak (Kel. PTM) Kecamatan Payakumbuh Timur.

Hadir pada kesempatan tersebut anggota TSR III lainnya, yaitu, Martunis (Penceramah), Drs. Syahrial (Ka.Inspektorat), Bakhtaruddin,S.Sos (Kabag Humas DPRD), Ir. Alitismal (Diperta), Wirman (Bag.Kesra) dan Bode Arman, SH (Bag.Hukum). Sementara itu anggota DPRD Nasrul dan Marhidayandi, A.Md, Drs. Ridha Ananda (Kadisparpora), Drs.Syafwal, MM (Kabag. Tata Pemerintahan) dan wartawan Harian Haluan yang juga merupakan anggota TSR III berhalangan.

Mengawali sambutannya, Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Wilman Singkuan,S.Sos menjelaskan bahwa tujuan dari Tim Ramadhan ini adalah untuk membangun jembatan silaturahmi antara Pemerintah Kota Payakumbuh dengan masyarakat Kota Payakumbuh.

“Kami juga menampung masukan, kritik dan saran dari jemaah/masyarakat sekaligus menyerahkan bantuan Rp. 5 juta/masjid untuk kelanjutan pembangunan mesjid”, tambah Wilman Singkuan sembari menginformasikan bahwa di Kel. PTM akan ada dua proyek pembangunan yaitu pembangunan Jl. PTM-Sicincin Mudiak sepanjang 210 M dan pembangunan drainase Kaw. PTM dan Padang Tiakar Hilir (PTH) sepanjang 700 M.

Pada kesempatan tersebut, Wilman Singkuan menyampaikan himbauan Pemko Payakumbuh kepada warga masyarakat antara lain; Tidak mengadakan aktifitas Pekat (penyakit masyarakat), Dilarang membuka warung kelambu dan rumah makan di siang hari, Tidak main petasan terutama dekat mesjid, Mengawasi dan mengontrol Warnet dari situs porno.

Masyarakat juga dihimbau untuk Membudayakan 3 M (Masyarakat Magrib Mengaji) yang telah dicanangkan oleh Pemko Payakumbuh, Meningkatkan kewaspadaan terhadap Kamtibmas, Pelajar tidak dibenarkan ke Warnet selama jam pelajaran kecuali seizin guru piket dan tidak berseragam sekolah.

“Bagi pelajar yang berkunjung ke Warnet hanya dibenarkan sampai pukul 21.00 WIB”, Tegas Wilman.

Wilman juga mengingatkan agar masyarakat tidak bermain-main dengan barang subsidi pemerintah seperti pupuk, BBM dll. Masyarakat juga diingatkan untuk segera membuat akta kelahiran. Sebab, Perda tentang Akta Kelahiran sedang dalam proses yang apabila Perda telah disahkan maka pengurusan akta kelahiran bagi anak yang telah berumur 1 (satu) tahun ke atas harus melalui pengadilan.

Disamping menyampaikan himbauan Pemko diatas, Ketua DPRD Kota Payakumbuh juga sedikit menyinggung informasi seputar Pilkada Payakumbuh dan pelaksanaan KTP elektronik yang keduanya akan berjalan pada tahun 2012 mendatang.

“Kota Payakumbuh akan melaksanakan Pilkada tahun 2012, untuk itu masyarakat diminta untuk selektif terhadap informasi-informasi yang berkaitan dengan Pilkada, terutama mengenai bakal calon yang sampai saat ini belum diresmikan oleh KPU Kota Payakumbuh”, ujar Politisi Partai Demokrat tersebut.

Pada kesempatan tanya jawab, salah seorang warga, Darmizal menyampaikan keluhannya terkait pembuatan akta kelahiran anaknya yang salah ketik oleh petugas di Dinas Catatan Sipil.

“Sekitar 10 tahun yang lalu, pembuatan akta kelahiran anak saya salah spasi, sudah saya urus ke Capil, tapi mereka meminta saya mengurusnya ke pengadilan, karena tak ada uang saya tidak jadi ke pengadilan, hingga sekarang ijazah anak saya yang sudah tamat SMA berbeda dengan akte”, keluhnya.

Menanggapi keluhan itu, anggota TSR III, Drs. Syahrial berjanji akan membantu menuntaskan persoalan warga tersebut. Dia meminta Darmizal untuk menyerahkan akta kelahiran yang salah itu beserta ijazah SD s/d SMA anaknya ke pihak kelurahan.

“Nanti biar pihak kelurahan yang akan menuntaskan persoalan tersebut”,ujar Syahrial sembari menyampaikan bahwa penyelesaian persoalan tersebut menjadi rekomendasi TSR III setelah berkoordinasi dengan anggota TSR III lainnya.

Sementara itu, Ali Amran yang merupakan salah seorang Ketua RT menanyakan keluhannya mengenai kondisi jalan lingkar yang masih terbengkalai dan persoalan drainase.

“Aspal jalan lingkar sudah habis, meski sudah tiga kali Musrenbang diusulkan, tetapi belum ada perbaikan. Kemudian Drainase sampai ke Batang Sikali Air harus lancar, jika tidak rumah warga digenangi air”, keluh Ali Amran.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD menjelaskan bahwa persoalan itu sudah menjadi perhatian pemerintah, akan tetapi karena keterbatasan anggaran maka hal itu belum tersentuh karena banyaknya permohonan serupa dari kelurahan lain.

“Untuk tahun ini, dari usul Musrenbang, ada dua proyek yang akan dilaksanakan disini sebagaimana disampaiakan diatas, karena keterbatasan anggaran, apalagi kita ada 76 kelurahan yang juga mengusulkan berbagai proyek”, ujarnya.

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat PTM, Asnir Rinan mempertanyakan status beberapa universitas yang sudah berdiri di Payakumbuh seperti STTP, Akbid dan STAIDA.

“Universitas kita sudah banyak, tetapi akreditasinya bagaimana? Soalnya lulusan universitas tersebut sulit mencari kerja”, jelasnya.

Sementara Nenti, salah seorang warga mempertanyakan masalah pendataan perlindungan sosial oleh Biro Pusat Statistik (BPS) yang dinilainya kurang teliti, karena ada KK miskin yang tidak terdata oleh mereka.

“KK yang memiliki honda (sepeda motor-red) untuk ojek tidak dimasukkan KK Miskin, terkadang onda yang dipakai milik orang lain”, sesalnya.

Menanggapi berbagai pertanyaan dan saran masyarakat tersebut segenap anggota TSR III berjanji akan menindaklanjutinya dengan menyampaikan kepada SKPD terkait. Acara kemudian diakhiri dengan penyerahan bantuan oleh TSR III kepada pengurus Masjid Darul Wustha. (wan/bt)

2 thoughts on “KEMBALI BERSAFARI, TSR III FASILITASI KELUHAN WARGA

  1. Kepada Anggota Dewan yang terhormat,
    Saya Selaku masyarakat Situjuah Batua kami mohon adakan kunjungan kerja ke Situjuah Batua tepat nyo di daerah Bumbuang disitu terdapat jembatan yang satu-satunya akses masyarakat ke daerah Situjuah Limo Nagari….dan merupakan jembatan bersejarah pada jaman melawan penjah2an Belanda, sampai sekarang jembatan tersebut terbengkalai pembangunan nya lbh kurang sdh 3 thn ini tidak ada tindk lanjutnya dari pemerintah Payokumbuah, mohon perhatian Bapak. sebelum dan sesudahnya kami ucapakan terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s