PERSIAPAN PEMILUKADA KOTA PAYAKUMBUH

Menengok persiapan pelaksanaan Pemilukada kota Payakumbuh tahun 2012, Komisi A mengundang KPU kota Payakumbuh, Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bawaslu dalam acara hearing, Rabu(1/6). Bertempat di ruang Bamus DPRD, hearing dipimpin oleh Ketua Komisi A Alhadi Hamid didampingi H. Maharnis Zul S.Pd, H. Masrur Malik, SH dan Nasrul.

Dalam hearing tersebut Komisi A menanyakan tentang kesiapan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Payakumbuh dalam menyongsong Pemilukada tahun 2012. Yuzalman wakil dari KPU kota menjelaskan langkah-langkah persiapan Pemilukada tahun 2012 telah dimulai semenjak bulan Maret dengan anggaran berasal dari APBN. “Koordinasi dengan dinas-dinas terkait juga telah dan akan terus dilakukan antar lain dengan Dinas Catatan Sipil, Badan Pusat Statistik (BPS), Satpol PP, Humas dan lain-lain”, tambahnya.

Mengenai tahapan pelaksanaan Pemilukada seperti dijelaskan Yuzalman antara lain Tahap Persiapan meliputi sosialisasi tahap awal, antara lain mengadakan pendidikan politik terhadap masyarakat melalui seminar, workshop dan lain-lain. Tahap selanjutnya adalah Tahap Penyelenggaraan dan Tahap Penyelesaian. KPU baru dapat melakukan Pemilukada jika telah ada surat pemberitahuan dari DPRD kepada KPU dan Walikota/Wawako bahwa periode kepemimpinan Kepala Daerah akan berakhir. Untuk Pemilukada kota Payakumbuh tahun 2012 menurut Yuzalman pelaksanaannya akan dimulai pada bulan Januari.

Menjawab pertanyaan yang dikemukakan H Maharnis Zul,S.Pd mengenai permasalahan-permasalahan yang selalu saja mengemuka saat pelaksanaan Pemilukada seperti ada pemilih yang belum mendapatkan kartu pemilih, pemilih yang sudah meninggal namun masih terdaftar sebagai pemilih atau pemilih yang telah pindah domisili namun masih terdaftar sebagai pemilih di daerah tersebut. Yuzalman menjelaskan bahwa data pemilih yang dipakai adalah Update data pemilih oleh Capil dan KPU yang dilakukan dengan menggabungkan data Capil dengan data pemilu tertakhir. Permasalahan serupa memang seringkali muncul salah satu penyebabnya adalah perbedaan data antara KPU, Capil dan BPS. Hal ini bisa terjadi karena adanya perbedaan konsep yang dipakai dalam pengambilan data. Sebagai contoh, pengertian penduduk misalnya berbeda antara KPU, Capil maupun BPS. Sehingga data yang dihasilakanpun akan berbeda.

Yuzalman menambahkan sebaik apapun kinerja KPU tetap saja akan ada pihak-pihak yang merasa kurang puas. Pernyataan-pernyataan masyarakat yang tidak memiliki data yang otentik tidak terlalu dipermasalahkan. Karenanya dari awal KPU berusaha mengantisipasi permasalahan yang mungkin akan muncul yang akan membawa imbas pada pihak penyelenggara Pemilukada maupun kepada Pemerintah Daerah sendiri.

Kepala BPS H. Ajri Fanzain menyarankan untuk proses pemutakhiran data pemilih Pemiliukada 2012 agar orang-orang yang terlibat dalam proses tersebut hendaknya dilakukan coaching untuk menyamakan konsep yang dipakai. Agar data yang dihasilkan dapat lebih representatif menggambarkan keadaan pemilih di kota Payakumbuh. Untuk ketersediaan data BPS berjanji akan membantu semaksimal mungkin dalam menyukseskan Pemilukada kota Payakumbuh.

Sementara Rika dari Divisi Anggaran dan Logistik kota Payakumbuh, mengatakan pelaksanaan Pemilukada berdasarkan anggaran dilakukan dalam 2 tahapan besar yaitu Anggaran Kegiatan Persiapan dan Anggaran Kegiatan Tahapan. Untuk Kegiatan Persiapan, KPU memperkirakan dana sebesar Rp. 1,1 Milyar. Sementara anggaran Kegiatan Tahapan saat ini masih dibahas KPU.(Humas DPRD)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s