Dari Kunker Komisi B DPRD Payakumbuh (1)

Semarang Punya Tomat Rasa Korma

Jonres-Semarang

Sekilas memang sulit untuk percaya, kalau Kabupaten Semarang, ibukota Provinsi Jawa Tengah memiliki kesamaan dengan Kota Payakumubuh. Diantara bukti yang dapat dilihat langsung adalah, kedua daerah memiliki kesamaan, sama-sama berada dijalur perlintasan. Semarang adalah perlintasan Pulau Jawa pada jalur bagian tengah. Sementara Payakumbuh adalah perlintasan bagian barat di Pulau Sumatera.

Hal itu terungkap dalam kunjungan selama dua hari anggota Komisi B (Keuangan dan Pembangunan) DPRD Payakumbuh, pertengahan minggu lalu. Dipimpin Wakil Ketua DPRD Suhaimi Birran, rombongan berjumlah  18 orang itu, mencoba mencari, kesamaan lain yang bisa dijadikan sebagai contoh bagi Payakumbuh.

Rombongan yang ikut dalam perjalanan kujnungan kerja itu adalah, Tri Venindra (Ketua Komisi B), Alhudri Dt Rangkayo Mulie (Wakil Ketua Komisi), Nasril Suri (Sekretaris Komisi), serta empat anggota lainnya, Khairil, Syafrizal, Asung Vebrian Nugroho dan Marhidayandi. Selain rombongan dari DPRD, juga turut  serta mendampingi Wakil Wali Kota Payakumbuh H Syamsul Bahri, Dinas Pertanian Syahril, Kepala Kantor Penanaman Modal, Mediar Indra, Kepala Kantor Ketahanan Pangan, Depi Sastra dan Wakil Pimpinan Cabang Bank Nagari Payakumbuh Syahril.

Rombongan diterima Wakil Bupati Semarang Warnadi digedung pertemuan Dinas Pendidikan setempat. Diakui Warnadi, dalam beberapa waktu terakhir, Semarang sering mendapatkan kunjungan dari berbagai daerah di Indonesia.

Diakui Warnadi, image Semarang masih mempunyai wilayah pengembangan pertanian sebagai sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan peningkatan produksi pertanian.

Potensi ini dapat diwujudkan menjadi kemampuan riil melalui penerapan teknologi tepat guna dan ramah lingkungan untuk optimasi pemanfaatan sumber daya alam tersebut. Pemanfaatan potensi ini dapat dilaksanakan dengan optimal melalui keterlibatan dunia usaha dan masyarakat. Ditengah keterbatasam areal, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan kreatifitas petani.

“Bicara kualitas, Semarang memang sulit untuk menyayingi sejumlah daerah di Jawa Timur dan Jawa Barat yang memiliki lahan pertanian yang luas. Namun dengan meningkatkan kualitas, nama Semarang sedikit demi sedikit dapat berbicara ditengah persaiangan pertanian nasional. Salah satu butkinya, kita coba kembangkan, agro pertanian. Tomat rasa korma, adalah diantara bukti, petani bisa keluar dari krisis, jika pemerintah memberikan dukungan dan sarana pendukung, kata  Warnadi yang belum sebulan naik kelas dari Sekkab menjadi Wakil Bupati itu.

Sementara itu, disisi lain, objek wisata sebagai pendukung kunjungan ke Semarang juga terbatas.  Atas dasar itulah, Pemkab Semarang memprioritaskan, akan menggandeng peningkatan dan pembangunan pertanian dan pariwsata dengan baik.

Dilain sisi, Ketua Komisi B DPRD Payakumbuh Tri Venindra meyakini, sama halnya dengan Semarang, Kota Payakmbuh juga merasakan, kondisi yang sama.  Belum tergarapnya potensi wisata yang terdapat di Semarang dan Payakumbuh sendiri membuat kunjungan wisatawan sulit terdongkrak. Pemerintah Kota perlu mengembangkan produk wisata yang memiliki nilai jual kepada wisatawan.

“Hal ini yang membuat agen dan biro wisata di Semarang dan Payakumbuh lebih banyak menjual obyek wisata di luar Semarang. Padahal, Semarang memiliki potensi untuk menjadi daerah tujuan wisata karena memiliki keunggulan dalam wisata kuliner, budaya dan sejarah, serta religi, yang justru dilirik oleh wisatawan asing, “kata Tri Venindra yang merupakan salah satu pelaku wisata di Payakumbuh itu.

Semarang dan Payakumbuh, seharusnya  tetap berpotensi untuk dikunjungi. Selama ini, citra kedua daerah ini memang bukan sebagai daerah tujuan wisata tetapi sebagai daerah transit.
Dengan memaksimalkan potensinya yang terkenal akan kuliner dan bangunan budayanya, Semarang dan Payakumbuh dapat menjadi daerah yang mampu menarik wisatawan untuk tinggal lebih lama lagi sebelum pindah ke tempat lain, “tukuk Marhidayandi. (bersambung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s