LIPUTAN KHUSUS DPRD PAYAKUMBUH

 

 

 

1 September 2010, Setahun DPRD Kota Payakumbuh

BEKERJA DEMI MASYARAKAT

25 anggota DPRD Kota Payakumbuh periode 2009 – 2014 disumpah Ketua Pengadilan Negeri Payakumbuh di Aula DPRD Kota Payakumbuh. Sumpah untuk bekerja selaku anggota legislatif Kota Payakumbuh itu, diucapkan dengan lantang dan sempurna.

116.000 ribu penduduk kota menggantungkan kemajuan kepada 25 anggota DPRD ini. Warga yang tak lain  merupakan konstituen   mereka. Harapan konstituen tadi bentuknya berwarna-warni. Namun pada umumnya, warga kota yang mendiami 76 kelurahan di lima kecamatan tersebut berharap, agar para anggota DPRD dapat memperjuangkan aspirasi yang beraneka ragam tersebut. Mulai dari persoalan perekonomian, infrastruktur, kesejahteraan, pendidikan, dan lain-lain  sebagainya.

Sebagaimana diketahui, komposisi dari 25 orang jumlah anggota DPRD Payakumbuh tersebut,  5 orang berasal dari partai Demokrat, 5 orang dari partai Golkar, 5 orang dari partai PAN, 3 orang dari PPP , 3 orang dari PKS, 2 orang dari PBB, dan masing-masing 1 orang dari PDIP dan PBR.

Kemudian  dari asal kecamatan (Dapil), meliputi 9 orang dari kecamatan Payakumbuh Utara, 5 orang dari Payakumbuh Timur, dan 12 orang dari Payakumbuh Barat. Data ini merupakan sebelum kecamatan Payakumbuh Barat dan Utara dimekarkan.

Lalu bagaimana kinerja yang telah diperbuat dewan selang waktu satu tahun tersebut? Sebab pada 1 September lalu, usia anggota dewan priode  2009 – 2014 ini ge nap satu tahun.  Terlihat cukup mengembirakan, seperti progres  di bawah ini.

Selama masa sidang  ke III/2009  (1 September – 31 Desember 2009),   rapat paripurna tercatat 8 kali, paripurna istimewa 3 kali, paripurna dewan sepihak 12 kali, rapat badan musyawarah  3 kali, rapat-rapat komisi 3 kali, rapat pimpinan 2 kali, raker dengan eksekutif  5 kali, rapat pansus  11 kali, rapat gabungan komisi 1 kali, rapat fraksi-fraksi  4 kali.

Sementara kunjungan kerja (kunker) luar daerah dalam propinsi pada periode diatas, masing-masing pansus 1 kali. Komisi A, B, C 3 kali. Seterusnya produk yang dihasilkan/disahkan , Ranperda 1 buah , dan keputusan dewan 4 buah, keputusan DPRD dan keputusan pimpinan 4 buah. Untuk bintek dan workshop masing-masing satu kali, baik untuk pimpinan maupun  buat anggota dewan.

Pada masa sidang I/2010 ( 1 Januari- 30 April 2010 ), paripurna 8 kali, rapat badan musyawarah 4 kali, rapat komisi-komisi  2 kali, rapat pimpinan  2 kali, rapat pansus  2 kali, rapat fraksi-fraksi 4 kali, rapat kerja komisi A sebanyak 6 kali, komisi B,   3 kali, dan komisi C,  6 kali, hearing 2 kali, hearing komisi  A, 3 kali, B 2 kali, d an C 3 kali. Raker pansus I 8 kali, pansus II    4 kali, dan gabungan pansus I dan II    3 kali.

Kunker luar daerah dalam propinsi  baik pansus maupun komisi-komisi berlangsung hanya satu kali. Begitupun  kunker keluar daerah luar propinsi juga berlangsug satu kali untuk ketiga komisi. Jumlah yang sama juga untuk kegiatan konsultasi ketingkat atas, baik untuk ketiga komisi maupun buat pansus I dan II. Sementara produk yang disahkan/ dihasilkan , ranperda 3 buah, keputusan dewan 5 buah, dan keputusan pimpinan 3 buah, dan peraturan dewan satu. Untuk bintek dan workshop dari pimpinan 4 kali dan bagi anggota dewan 2 kali.

Pada masa sidang II/2010  (  1 Mei-31 Agustus ), kegiatan yang dilakukan dewan adalah rapat paripurna  9 kali, paripurna istimewa  2 kali, paripuna dewan sepihak 5 kali, badan musyawarah  6 kali, rapat pimpinan 2 kali, raker dengan eksekuitif 4 kali, rapat gabungan fraksi 1 kali, rapat fraksi-fraksi 5 kali, raker Komisi A 13 kali, B 13 kali, dan komisi C   15 kali, hearing komisi B satu kali, rapat badan kehormatan 8 kali, raker 4 kali, rapat internal dewan 1 kali, rapat koordinasi 1 kali, rapat badan legislatif 5 kali, dan rapat badan anggaran 2 kali.

Kemudian melaksanakan kunker keluar daerah dalam proponsi, masing-masing 1 kali untuk ketiga komisi. Untuk luar daerah luar propinsi juga satu kali dari ketiga komisi tersebut. Untuk pansus II dua kali, kon sultasi ke  t ingkat atas satu kali. Sementara produk  yang disahkan/dihasilkan , ranperda 1 buah , dan keputusan dewan 4   buah, dan keputusan pimpinan     4   buah. Lalu untuk bintek dan workshop baik pimpinan maupuh anggota masing-masing dua kali.

Resume kegiatan dewan di atas  cukup membanggakan. Itu belum lagi termasuk masa reses yang dimafaatkan dengan turun langsung ke masing-masing wilayah pemilihan yang misinya  bertemu langsung dengan konstituen  sambil menjemput dan menjaring aspirasi. Selain itu dewan juga melakukan hearaing dengan organisasi – oraganisasi masyarakat dan profesi  serta  masyarakat  di kelurahan,  di kantor dewan.

Terakhir, dari rentang  waktu satu tahun usia dewan periode sekarang, institusi ini sudah berhasil mensahkan 5 buah perda dari 9 yang diajukan esksekutif, Kelima Perda tersebut masing-masing , tentang pengesahan APBD 2010 pada 30 November 2009. Ketuk palu (pengesahan RAPBD) ini merupakan nomor dua di  Sumbar setelah kabupaten Agam.

Kemudian pada masa sidang I/2010 Ranperd a yang disahkan ada tiga  masing-masing ranperda tentang  penanam modal, ranperda tentang pedoman pembangunan dan penataan menara bersama, dan ranperda tentang restribusi pengujian berkala kenderaan ber motor.  Sementara pada priode masa sidang    ke II/2010 ber hasil pula disahkan satu ranperda, yaini  pokok-pokok pengelolaan   keuangan daerah. Artinya, dalam masa satu taun usia dewan priode 2009-2014 telah berhasil melahirkan  sebanyak 5 Perda ( Peraturan Daerah ).(*)


Wilman Singkuan, S.Sos. ( Ketua DPRD ).

SELALU YANG AWAL KETUK PALU RAPBD

Kebanggaan tersendiri bagi kalangan anggota dan pimpinan DPRD kota Payakumbuh. Ini  dikarenakan pada   tahun  2009 lalu berhasil mensahkan ranperda RAPBD tahun 2010 diakhir bulan November.  Padahal    saat itu anggota dewan priode ini baru berusia tiga bulan, setelah diambil sumpahnya 1 September 2009.

Kota Payakumbuh merupakan daerah kota /kabupaten kedua di Sumbar yang mensahkan RAPBD terbilang cepat.  Daerah pertama   adalah kabupaten Agam. Untuk RAPBD 2011 mendatang kita akan berusaha lagi mengulang prestasi tahun lalu. Syukur-syukur lebih cepat dari itu.

Kemudian, sebagai lembaga legislatif yang tugas dan fungsinya adalah legislasi, pengesahan anggaran dan pengawasan, meminta kepada masyarakat untuk memahami tupoksi anggota DPRD tadi. Jadi, jangan samakan dengan  pegawai negeri yang mengharuskan masuk kantor setiap hari. Masuk pagi pulang sore !.Anggota dewan tidak demikian halnya.(*)

Unsur  Pimpinan DPRD

Ketua             :  Wilman Singkuan, S Sos. (  Partai Demokrat  ) .

Wakil ketua :   H.Sudirman Rusman , S Ip.( Partai Golkar  ).

Wakil ketua :   H. Suhaimy Biran, BA.    ( Partai  Amanat Nasional ).

Pimpinan dan Anggota Komisi

Komisi A ( Bidang pemerintahan dan Hukum)

Ketua           : Alhadi Hamid.

Wakil ketua : H.Masrul Malik, SH .

Sekretaris     : Nasrul.

Anggota       : H.M aharnis Zul.

Isa Aidil.

Syaiful Anwar,

Komisi  B (  Bidang Ekonomi dan Keuangan ).

Ketua             :   Tri Venindra, SE.

Wakil ketua :   H.Alhudri  Dt.Rangkayo Mulie.

S ekretaris    :   Nasril Suri.

Anggota       :   Khairul.

Syafrizal.

Marhidayandi, A Md.

Vebrian Asung Nugroho, ST.

Komisi C ( Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat ).

Ketua                         :    H. Abdul Khair,

Wakil ketua              :     Mustapa.

Sekretaris                 :    Ir.Zul Amri.

Anggota                    :    YB.Dt.Parmato Alam.

Erlindawati, Spd.

Aribus Madrsi, B Sc.

Hurisna Jamhur , Spd.

Ir.Efri.

Adi Suryatama, ST .

Konstituen Berbicara, Humas Pegang Peranan

H .N.Dt .Baro Sati, BA. (Tokoh Masyarakat)

SELAKU wakil rakyat, anggota dewan seyogianya membaur dengan masyarakat, karena ia datang dan berasal dari masyarakat. Kemudian  jangan  “kenal” dengan masyarakat hanya  disaat akan masuk masa kampanye saja. Artinya,  samakan  intensitas bertemu dan bertatap muka dengan masyarakat , sebelum dan  setelah duduk mejadi anggota dewan.

Satu tahun masa bakti dewan priode 2009-2014 ini sudah berjalan, dan sudah  terlihat pula kinerjanya yang   lumayan bagus . Artinya dilihat dari produks Perda yang  dihasilkannya,  yakni lima buah Perda. Kemudian , prestasi dewan lainnya adalah mampu mengketukpalui, atau mengesahkan ranperda RAPBD tahun 2010 pada akhir November 2009.

Dari informasi yang saya peroleh, prestasi dewan ini nomor  dua di Sumbar setelah kabupaten Agam. Kita harapkan tentu, ketuk palu RAPBD 2011 mendatang juga takkalah dengan  capaian tahun lalu. Malah lebih cepat, lebih bagus lagi!.

Satuhal lagi yang perlu digarisbawahi dewan adalah memberikan penjelasan dan informasi seluasnya kepada masyarakat ( warga kota ) tetang tujuan dan hasil yang  dicapai saat kunjungan kerja, terutama keluar propinsi. Sehingga  kalau ini dijalankan maksimal, itu  akan menepis    anggapan  masyarakat, bahwa anggota dewan  cuman pergi raun-raun saja. Padahal di sini (di daerah tujuan kunker) banyak pelajaran yang bisa dipetik guna diterapkan didaerah  sendiri setelah kembali dari kunker tersebut.(*)


KABAG HUMAS DAN PROTOKOL DPRD KOTA PAYAKUMBUH

Bakhtarudin , S.Sos. (Kabag Humas)

Bagian dari sekretariat dewan (Setwan), Bagian Humas (hubungan masyarakat) yang baru berumur setahun ini, telah memberi warna tersendiri dari dinamika aktifitas yang dilakukan anggota dewan.

Humas yang dipimpin Bakhtaruddin, S.Sos. telah  memainkan perannya sebagai bagian yang memberikan  informasi kepada masyarakat , baik secara langsung maupun melalui media  cetak dan elektronik. Untuk  itu,hubungan antara humas dan Pers  bisa disebut bak aur  dengan tebing.

Bakhtaruddin, PNS dengan latar belakang eks Deppen tersebut  tahu   betul bagaimana peran dan tupoksi humas ini. Sebagai kepala bagian (Kabag), Bakhtaruddin selalu hadir dengan inovasi terbaru. Ia mencoba mengatur, produk dan aktivitas lainnya dari dewan yang harus   diketahui warga kota sebagai konstituen anggota dewan tadi.

“Kami  di humas berusaha terus secara maksimal menjalin komunikasi dan hubungan baik dengan seluruh jajaran Pers, baik cetak maupun elektronik. Kemitraan yang dihubul tersebut akan terus ditingkatkan”, ujar Bakhtaruddin.(*)

SYAIFUL ANWAR, SH

Ketua Badan Legislasi & Ketua Fraksi Partai Demokrat

Demi kemajuan masyarakat Kota Payakumbuh, menurut Ketua Badan Legislasi dan Ketua Fraksi Partai Demokrat Kota Payakumbuh ini, seluruh kinerja DPRD diselaraskan. Tentu saja, melewati seluruh aturan yang ada.

“DPRD bertugas untuk mengawasi, fungsi legislasi di aturan dan perundang-undangan dan dungsi anggaran, sesuai UU 27 tahun 2009 tentang MPR, DPD, DPR, DPRD,” ujar Syaiful Anwar SH.

Kinerja DPRD terukur dan bertanggung jawab selaras dengan fungsi mitra kerja pemerintah kota. Tentunya, tujuan akhirnya untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.(*)

Dodi Syaputra, Pos Metro


Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s