Bersama Komisi C DPRD Kota Payakumbuh ke Balikpapan (1)

Lihat Kemajuan Sektor Pendidikan, Kesehatan dan Tata Ruang

Oleh : zulkifli

Kota Payakumbuh sejak beberapa tahun terakhir telah mengalami kemajuan di berbagai bidang pembangunan, utamanya meningkatkan ketersediaan infrastruktur masyarakat untuk menujang peningkatan sektor ekonomi. Disamping penataan kota sesuai dengan rencana tata ruang kota yang telah disepakati.

Walau dalam perjalanan ke depan masih perlu disempurnakan penanganan pembangunan lebih lanjut, sesuai dengan fungsi kota dan peranannya di dalam kawasan Propinsi Sumatera Barat. Sebab kawasan perkotaan merupakan tempat yang sangat menarik untuk mengembangkan kehidupan sosial ekonomi bagi masyarakat.

Pertumbuhan penduduk secara alami dan arus imigrasi yang dialami kota kota di Indonesia, tak terkecuali Kota Payakumbuh menyebabkan tidak terkendalinya perkembangan pemukiman dan lingkungan perumahan, sebagai penyebab timbulnya kawasan kumuh diseputar pusat pertumbuhan.

Selain itu, pemerintah dihadapkan pula dengan permasalahan pertumbuhan penduduk perkotaan yang berdampak kepada meningkatnya kebutuhan hunian, pelayanan sarana prasarana, meningkatkan kebutuhan lahan untuk berbagai kegiatan dan menyediakan lapangan kerja.

Kawasan perkotaan, merupakan andalan bagi kehidupan masyarakat dan pusat pelayanan produksi dan jasa maupun distribusi yang dihadapkan pada terbatasnya kemampuan manajerial dan pembiayaan untuk memberikan pelayanan ekonomi yang memadai dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat dan tuntutan kegitan ekonomi di sector UMKM.

Sementara itu, masalah pengangguran, kemiskinan dan kerawanan sosial, selalu menjadi pemikiran bagi pimpinan daerah bersama DPRD untuk menciptakan keamanan, kenyamanan hidup masyarakat, keamanan berusaha dan kelancaran aliran investasi oleh swasta yang sangat dibutuhkan Kota Payakumbuh.

Disamping itu, perbaikan mutu pendidikan, kesehatan dan tata ruang, infrastruktur dan sektor lain, selalu mendapatkan perhatian pemko untuk ditingkatkan, ungkap Ketua Komisi C DPRD Kota Payakumbuh, Abdul Khair, dalam perbincangan dengan penulis di Kota Balikpapan belum lama ini.

Untuk itu, pihak DPRD Kota Payakumbuh yang tercakup dalam tiga komisi bersama Kepala SKPD terkait, sebagai mitra kerja komisi bersangkutan, melakukan kunjungan kerja guna mencari masukan dan perbandingan, untuk lebih meningkatkan lagi kemajuan pembangunan di berbagai sector, ke daerah yang dianggap telah mengalami kemajuan dari Kota Payakumbuh.

Untuk itu, pekan lalu anggota Komisi C DPRD Kota Payakumbuh, melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kota Balik Papan, Kalimantan Timur (31/5-5/6), menambah wawasan di sektor pendidikan, kesehatan dan lingkungan hidup, pengentasan kemiskinan dan peningkatan ekonoi masyarakat.

Rombongan Komisi C bersama eksekutif adalah, H.Sudirman Rusma Wakil Ketua DPRD Payakumbuh (pimpinan rombongan), Abdul Khair (ketua Komisi C), Mustafa (wk ketua komisi C), Zul Amri (sekretris komisi C), Y.B.Dt.Parmato Alam, Erlindawati, Aribus Madri, Hurisna Jamhur, Efri, Adi Suryatama.

Dari pihak Eksekutif mitra kerja DPRD diikuti Walikota Payakumbuh, H.Josrizal Zain, Sekdako Irwandi, Kadis Tata Ruang dan Kebersihan Musdik Agus, Kabid Yankes DKK Payakumbuh, dr.Wunziarni, Kepala Bank Nagari Payakumbuh, Indra Rivai, Kabag Humas DPRD, Bakhtaruddin, bersama dua orang staf dan mengikut sertakan dua wartawan.

Rombongan disambut Asisten II bidang ekonomi dan pembangunan, Sahid Fadli, Rabu (2/6) di ruang pertemuan pemko setempat, dihadiri juga oleh Wakil ketua DPRD Balikpapan, Syukri Wahid, bersama dengan 4 anggota DPRD setempat, beberapa orang utusan SKPD terkait Pemko Balikpapan.

Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Sudirman, sebelum paparan disampaikan Asisten II Pemko Balikpapan menyebutkan, Kota Payakumbuh akan terus berbenah kearah yang lebih baik, sesuai dengan visi ke depan yang telah ditetapkan, yakni pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan, terwujudnya Payakumbuh sebagai Kota Sehat dan mandiri yang didukung SDM yang berkualitas, beriman dan bertaqwa, ditopang dengan moto, adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah.

Selain untuk mengetahui kemajuan berbagai sektor di Balikpapan, rombongan Komisi C juga ingin mempererat hubungan silaturahmi antar kedua lembaga, mendapatkan informasi, melihat secara langsung keberhasilan yang telah dicapai dalam penyelenggaraan pemerintahan dan kebijakan yang telah diambil sesuai dengan sasaran dan materi kunjungan kerja Komisi C. Diantaranya kebijakan anggaran untuk pendidikan, kesehatan, tatakota dan pembangunan lainnya yang akan dikembangkan di Kota Payakumbuh. (bersambung)

Bersama Komisi C DPRD Kota Payakumbuh ke Balikpapan (2)

Pemko Balikpapan Terapkan Pusat Pembangunan Wilayah

Oleh : zulkifli

Kota Balik Papan sebagai pintu gebangnya Kalimantan Timur, terletak ditengah jaringan transportasi darat Trans Kalimantan (Kaltim dan Kalsel) serta merupakan lintas trans nasional melalui jalur penyeberangan Ferry Mamuju, Ferry Makasar, Ferry Pare-Pare dan Fery Surabaya.

Disamping didukung dengan pelabuhan laut Semayang dan bandara internasional Sipinggan. Tempat kedudukan Kodam VI Tanjung Pura, Polda Kaltim, dan tempat kedudukan BUMN wilayah Kaltim. Kota Embarkasi ke V di Indonesia dan kota MICE (meting, incentive, conference, and exhibition) ke XI di Indonesia. Pusat Industri pengilangan minyak wilayah Kaltim dan basis beberapa perusahaan asing yang bergerak dalam pengeboran minyak dan gas bumi di Kaltim..

Secara geografi, Kota Balikpapan mempunyai luas wilayah 503,3 km2, 15 persen datar dan sisanya berbukit. Seluas 48 persen diantaranya kawasan terbangun dan 52 persen ruang terbuka hijau dan luas pengelolaan laut 160,10 km2. Kota Balikpapan terdiri dari 5 kecamatan dan 27 kelurahan dan 1493 RT.

Lima kecamatan tersebut adalah, kecamatan balik papan Timur, selatan, Utara, Tengah dan balik papan barat. Kota balik papan dikelilingi kabupaten Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara dan Selat Makasar. Ketinggian wilayah 0 sampai 100 meter diatas permukaan laut, sebagai besar wilayahnya berbukit atau 42,33% dengan kemiringan antara 15 persen sampai 40 persen. Karena itu pada lawasan perbukitan rawan longsor.

Di Kota Balikpapan telah diatur pusat wilayah pembangunan terpadu. Wilayah pembangunan terpadu tersebut meliputi Balik Papan bagian Timur, Utara dan Barat, ungkap, Sahid Fadli dihadapan rombongan Komisi C.

Untuk pemerataan perkembangan pembangunan, katanya, di Kota Balik Papan, pemko setempat sudah menerapkan pusat pembangunan wilayah. Pembangunan wilayah Bagian Timur terletak pada daerah Pasar Baru dan Sipinggan, Pusat pembangunan Balik Papan bagian Utara terletak di daerah Muara Rapak dan Batu Hampar.

Sementara pusat pembangunan balik Papan bagian Barat terletak di daerah kampung Baru dan Kebun sayur. Melalui perencanaan pembangunan yang tepat, sangat diharapkan pemerintah balikpapan mampu mengembangkan ekonomi daerah, mengatasi masalah pasar yang menghambat proses pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di daerah. Mempercepat pertumbuhan dunia usaha.

Dalam melangkah kedepan disesuaikan dengan visi dan misi dan strategi pembangunan antara pemerintah dan masyarakat. Tidak saja dimiliki muatan pembangunan masa depan, tapi juga memiliki pembangunan konseptual dalam merakit rencana pembangunan daerah dengan memanfaatkan dan mengoptimalkan semua potensi yang dimilik.

Adapun Visi Kota Balikpapan tahun 2006-2026 menjadikan Balikpapan sebagai kota industri, perdagangan,, jasa dan pariwisata, didukung penyelenggaraan tata pemerintahan yang baik dan masyarakat yang beriman, sejahtera, relegius dan berperadaban maju (Madinatul Iman).

Sedangkan visi dan misi RPJM Balikpapan 2011menata kembali dan membangun Balikpapan melalu Good Govemance dan masyarakat Madani. Meliputi 6 bidang, pengentasan kemiskinan, peningkatan SDM, infrastruktur dan investasi, pariwisata dan lingkungan hidup, pemberantasan korupsi dan kesejahteraan keluarga.

Berdasarkan buku Balik Papan dalam angka 2009, pertumbuhan penduduk Kota Balikpapan cukup pesat, tahun 2008 jumlah penduduk sekitar 526.963 jiwa meningkat 2,22 persen dari tahun 2007 yang berjumlah 515.529 jiwa. Sedangkan tahun 2009, sebanyak 621.862 jiwa atau naik 3,34 persen dari tahun 2008. Sampai bulan mei 2010 penduduk Balikpapan berjumlah 630.709 jiwa, dengan kepadatan 1.253 jiwa/km2 yang dihuni berbagai suku bangsa di Indonesia.

Kepadatan penduduk terpusat pada wilayah pusat kota, di kecamatan Balikpapan Tengah, seluas 11,07 km2 dihuni 108.056 penduduk dengan kepadatan 9.761,16/km2. Di Balik papan barat sebagai wilayah terluas 179,95 km2 hanya dihuni 88.132 jiwa dengan kepadatan penduduj 489,76 jiwa per km2

Pesatnya pertumbuhan penduduk pada umumnya pendatang di Balikpapan, sehingga para pendatang yang berdomisili di Balikpapan dengan persyaratan, surat pindah, SKKB, jaminan tempat tinggal dan uang jaminan antara Rp. 150 ribu sampai Rp. 400 ribu tergantung jarak daerah asalnya.

Terlebih dahulu mereka diberi kesempatan berada selama enam bulan di Balikpapan, untuk mencari pekerjaan. Kalau pekerjaan tak kunjung diperoleh dalam enam bulan tersebut, mereka dipulangkan ke daerah asalnya, pemko mengembalikan uang jaminan dalam bentuk tiket. Jika mendapat pekerjaan, mereka diberikan KTP, kartu keluarga, pengembalian uang jaminan.

Pengurusan biaya KTP di Balikpapan tergantung lama atau cepatnya keperluan, bila penduduk mengurus KTP siap dalam 3 jam biayanya Rp. 350 ribu, satu hari kerja Rp. 250 ribu, tiga hari kerja Rp. 150 ribu, pelayanan 12 hari kerja hanya Rp. 19.500. Dibandingkan dengan Kota Payakumbuh pengurusan KTP dan kartu keluarga gratis. bersambung

Bersama Komisi C DPRD Kota Payakumbuh Ke Balikpapan (3)

Biaya Pendidikan Dari SD Sampai SLTA Di Balikpapan Gratis

Oleh : zulkifli

Perkembangan sektor pendidikan di Balikpapan mengalami perkembangan setiap tahunnya, pendidikan gratis diterapkan di Balikpapan dari SD sampai SLTA dan biaya pendidikan yang disediakan 30,18 persen dari APBD 2010 termasuk gaji guru. Pengentasan kemiskinan 2,5 persen dari APBD. Murid berprestasi diperhatikan, mereka mendapat dana insentif dari pemerintah kota.

Selain itu terdapat perkembangan jumlah sekolah, murid guru dan jumlah ruang kelas. Tahun 2008 jumlah sekolah TK negeri baru satu sekolah, swasta 127 sekolah, 430 ruang kelas, 555 orang guru dan murid hamper 10.000 orang. Jumlah SD 188 sekolah, 139 diantaranya SD negeri dengan 63 ribu lebih murid, 2644 orang guru.

Ratra rata setiap sekolah punya murid 336,94 orang, satu guru mengasuh rata rata 23,83 murid. Untuk SLTP terdapat di balik papan 67 sekolah termasuk 41 SLTP swasta dan jumlah murid sebanyak 25.534 orang dan 2550 guru negeri dan swasta. Rata rata satu guru mengasuh untuk 16 murid.

Untuk tingkat SMU di Kota Balikpapan terdapat sebanyak 38 sekolah, termasuk yang dikelola pihak swasta sebanyak 23 sekolah. Sedangkan jumlah murid yang terdata seluruhnya 21.304 orang dan guru berjumlah 1.627 orang, rata rata murid yang diasuh setiap guru sebanyak 13,09 orang murid.

Bicara masalah RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional) di Balikpapan untuk sementara tahun 2010 ini dilaksanakan gratis, diusulkan dana Rp. 600 juta, bagi yang lulus seleksi dibantu Rp. 25 ribu untuk ters akademi. Selanjutnya pemko Balikpapan lebih jauh akan menunggu acuan dari pemerintah pusat.

Pembangunan kesehatan di Kota Balikpapan untuk meningkatkan SDM dan lingkungan yang saling mendukung dengan pendekatan pradikma sehat yang memberikan prioritas peningkatan kesehatan membiasakan masyarakat hidup sehat. Bagi masyarakat miskin dapat pelayanan berobat gratis selain jamkeskin jamkesko, juga melalui asuransi kesehatan.

Di Balikpapan terdapat sebanyak 330.000 sasaran jamkesda, termasuk pelayanan kepada sopir angkot, pedagang pasar. Untuk biaya berobat yang lebih besar, pemko mengucurkan dana bantuan untuk warga kurang mampu Rp. 500.000, sisanya dibayar pasien bersangkutan.

Untuk sarana kesehatan di balik papan sebanyak 143 terdiri dari 27 Puskesmas, 12 Pustu, Puskesmas keliling 27,  dan RSU. Rumah Sakit di balik papan terdapat 12 buah dengan 902 kapasitas tempat tidur, balai pengobatan 37 buah dan klinik bersalin 3 buah dan Rumah Sakit nersali 3 buah..

Untuk masuk ke Kota Balikpapan selain dengan angkutan darat yang dapat diakses, juga angkutan sungai dengan kapal motor, speed Boat dan kelotok. Lebih dominan melalui angkutan udara, mudah dijangkau dari jurusan manapun. Lancarnya transport udara membuat sektor pariwisata bergeliat, yang didukung oleh bandara Sipinggan.

Pada tahun 2008 tercatat sebanyak 46.348 penerbangan domestik dan 1.451 penerbangan internasional. Dengan penumpang domestik sebanyak 3.534.245 orang dan penumpang penerbangan internasional sebanyak 57.210 orang, ditampung oleh 19 hotel/penginapan/wisma.

APBD balik papan tahun 2007 Rp. 1,12 trilyun lebih dan tahun 2008 mencapau 1,36 trilyun lebih, 89 persen berasal dari dana perimbangan dan 11 persen dari PAD sebesar Rp. 116.9 milyar lebih, tahun 2007 PAD baru Rp. 105 milyar. PDRB balik papan harga berlaku 40 trilyun dengan harga konstan rp. 15 trilyun tahun 2008, tahun 2007 baru 28 t dan 13 T.

Tinjau Museum Mulawarman

Rombongan Komisi C termasuk walikota Josrizal dan Sekdako Irwandi, Wakil ketua DPRD Sudirman Rusma dan anggota, berkesempatan melihat langsung ke Museum Mulawarman, Kamis pekan lalu di kabupaten Kutai Kartanegara. Museum yang menyimpan 10 jenis koleksi itu terdapat jumlah koleksi sebanyak 5373 buah yang tersimpan di gedung museum tersebut.

Berdasarkan buku panduan, Museum Mulawarman, merupakan objek wisata budaya yang bermuatan ilmu pengetahuan dan mudah dijangkau, hanya 3 jam perjalanan dari Balikpapan. Museum berada ditengah kota dengan penataan limgkumgam yang apik, indah dan memberikan kenyamanan bagi pengunjung.

Satu hal yang menarik, sebuah totem terbuat dari bahan kayu ulin berukuran tinggi 13 cm dengan diameter 60 cm. Totem ini menggambarkan kehidupan masyarakat Dayak dari lahir dewasa sampai meninggal.Komplek makam raja raja Kutai kartanegara berada disebelah kanan gedung.

Pada ruang tengah ditata dengan koleksi antara klain, Alquran, sisilah kerajaan Kutai, Kutika Bugis Bone, naskah penagkal dan pengobatan tradisional. Pada ruang tiga selain koleksi naskah, juga dipamerkan koleksi ikat pinggan terbuat dari emas 23 karat dengan berat 960 gram.

Cerana dari bahan emas 23 karat sebrat 200 gram, cerana ini digunakan untuk tempat tembakau, pinang, gambir dan kapur, fungsinya sebagai tempat sirih peninggalan kerajaan Sadurangas di pasir balengkong. Kalung Uncai berbahan mas 18 karat dengan berat 170 gram benda pusaka peninggalan kesultanan Kutai.

Juga ada kalung Wisnu untuk burung garuda dari emas 23 dan 18 karat seberat 350 gram. Kalung Wisnu merupakan atribut penobatan Sultan Kutai uyang merupakan benda pusaka kesultanan Kutai. Kura kura emas seberat 230 gram, sebagai symbol penjelmaan kedua dari Dewa Wisnu.

Banyak koleksi yang dilihat, sehingga rombongan sempat melakukan shalat zuhur dimesjid di lokasi museum. Sebelumnya anggota rombongan sempat makan bersam di salah satu rumah makan di pinggiran Sungai Mahakam yang berpemandangan indah membuat rombongan makan dengan santai dan puas. Karena menu yang disuguhi rumah makan, ikan bakar berbagai jenis, udang goring yang gurih dengan sambaladonya. habis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s