Paripurna Penyampaian Nota Penjelasan Walikota terhadap KUA dan PPAS APBD Kota Payakumbuh Tahun Anggaran 2011

Nota penjelasan Rancangan KUA-PPAS APBD 2011 dibacakan Walikota Payakumbuh H. Josrizal Zain, dalam acara rapat paripurna DPRD, dipimpin Ketua DPRD Wilman Singkuan, S.Sos, Jum’at (12/11). Rapat paripurna dihadiri seluruh anggota dewan, juga dihadiri Wawako H. Syamsul Bahri, Sekdako H. Irwandi, SH, anggota Muspida, pimpinan SKPD, Ormas, Orpol, LSM dan tokoh masyarakat Payakumbuh.

Walikota Josrizal Zain, menjelaskan dasar penyusunan KUA-PPAS yang sesuai dengan Permendagri 37/2010. Subtansi KUA 2011, mencakup hal-hal yang sifatnya kebijakan umum. Sedangkan, substansi PPAS 2011, menginformasikan prioritas pembangunan daerah yang dikaitkan dengan sasaran yang ingin dicapai SKPD pelaksana program.

Dikatakan juga bahwa rancangan KUA tahun 2011 akan menjelaskan kebijakan pembangunan Daerah Kota Payakumbuh tahun anggaran 2011, dimana kebijakan pembangunan daerah tahun 2011 merupakan implementasi dari kebijakan RPJMD Kota Payakumbuh tahun 2008-2012 tahun ke empat dan dilaksanakan sesuai dengan kondisi dan permasalahan yang dihadapi.

Kebijakan pembangunan tahun 2011 antara lain menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran, meningkatkan kualitas pendidikan, meningkatkan pembangunan ekonomi kerakyatan yang berbasis UMKN, meningkatkan kualitas kesehatan, meningkatkan iman dan taqwa, meningkatkan sarana dan prasarana, mengembangkan pariwisata dan budaya daerah, menyelenggarakan pemerintahan yang baik dan meningkatkan kualitas lingkungan hidup.

Berdasarkan program dimaksud, belanja daerah tahun 2011 mencapai Rp356.194.623.492. Jika dibandingkan target belanja 2010 yang mencapai Rp388.135.537.481, berarti terjadi penurunan sebesar Rp31.940.913.989 (8,23%). Penurunan target belanja daerah, di antaranya disebabkan adanya penurunan target penerimaan daerah yang berasal dari penerimaan pembiayaan, berupa sisa lebih perhitungan anggaran tahun lalu.

Penurunan target belanja daerah ini terdapat pada belanja langsung. Tahun 2010 mencapai Rp190.988.050.238, tahun 2011 hanya berjumlah Rp129.680.614.329, turun Rp61.307.435.909 (32,10%). Di sisi lain, terjadi peningkatan belanja tidak langsung sebesar 29.366.521.920 (14,90%) pada tahun 2011. Tahun 2010 belanja tidak langsung hanya mencapai Rp197.147.487.243, sedangkan tahun 2011, Rp226.514.009.163. Peningkatan belanja tidak langsung, di antaranya disebabkan pembayaran tunjangan PNSD dan rencana pembayaran gaji CPNSD formasi 2010.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s