Februari 5, 2010
SEKRETARIAT DPRD
Januari 26, 2010
Kunjungan Kerja Komisi B DPRD Payakumbuh ke Gunungkidul
JONRES MARIANTO — PADANG ESKPRES
Kami Punya Ratusan Sumber Air, Payakumbuh Hanya Punya 3
Gunungkidul, Padek — Mengawali triwulan pertama pada tahun anggaran 2010 ini , tiga komisi di DPRD Kota Payakumbuh baru saja usai melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) ke sejumlah daerah kota/kabupaten di empat provinsi pulau Jawa. Kunker ini berlangsung sejak Senen hingga Sabtu (23/1) kemarin.
Laporan Jonres Marianto dari Gunungkidul
Terkhusus Komisi B yang melakukan kunjungan ke pemkab Gunung Kidul, provinsi DI Yogyakarta dan kabupaten Klaten, provinsi Jawa Tengah. Tujuh anggota komisi yang merupakan muka-muka baru di gedung Bagonjong DPRD Payakumbuh kecuali Tri Venindra (PKS), bagi H Al Hudri Dt Rangkayo Mulie (PBR), Nasril Suri (PPP), Syafrizal (PBB) dan Asung Vebrian (PD) serta Kahirul “Sutan Kayo” (PG) kunjungan itu, permulaan melihat cara orang lain memajukan kampung halamannya.
Sedianya, sesuai dengan tupoksi yang diemban komisi B, kunjungan di Gunungkidul dan Klaten melihat tentang pertanian, pariwisata, PDAM, pelayanan satu pintu, dan penanam modal. Keempat bidang kajian itu mendapatkan pengalaman baru. Walau hanya sebatas kulit-kulit muka, namun untuk maksud sebuah rangkaian kegiatan yang berdurasi pendek, cukuplah, kata ketua Komisi B Tri Venindra.
Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera Payakumbuh itu mengakui, melihat lima bidang dalam jangka waktu hanya empat sampai lima jam itu memang terasa kurang. Tapi itu tadi, sebagai awal dari silaturahmi untuk sama-sama membangun, dirasakan didapatkan rombongan yang ikut didampingi. Diantara rombongan yang ikut serta adalah Kepala Dinas Pengelolaan dan Keuangan dan Asset (DPKA), H Ennaidi Dt Angguang, Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan, Gazali Majid, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Yoherman dan Kepala Kantor Penanaman Modal, Media Indra serta Kepala Bagian Perekonomian Sekko Payakumbuh, Hendri Refdinal.
Rangkaian kunjungan kerja itu diawali saat Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Asisten II, Ir. Budi Martono MSi membanggakan diri mereka, kalau dalam bidang PDAM, mereka memiliki 135 sumber mata air yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber PDAM. Sumber-sumber air itu menyebar dihampir di 26 kecamatan yang ada.
Sampai disitu, memang rombongan Komisi B berdecak kagum. Tapi dalam sesi tanyajawab diketahui, ternyata dari 135 sumber mata air itu, hanya sedikit yang bisa dimanfaatkan PDAM. “Kalau kami memang hanya punya 3 sumber mata air. Tapi sudah mampu mengaliri hampir 92 persen dari 80 ribu total rumah tinggal, kata Mediar Indra yang dikabarkan bakal dipromosikan sebagai Direktur PDAM Payakumbuh.
Wakil Ketua DPRD Payakumbuh Suhaimi Birran yang mendampingi Komisi B disela-sela kunjungan itu mengakui, Payakumbuh tertinggal jauh dalam bidang keberadaan jumlah industri kecil dan menengah.
Seperti dalam sambutan Bupati Gunungkidul, H Sunarno, penduduk mereka 1,25 juta jiwa dan memiliki 33 ribu industri. Namun hampir 95 persen diantaranya adalah usaha kecil. Dari jumlah itu hanya sebagian kecil yang mendapatkan pemberdayaan dari pemerintah.
“Dari 401 desa yang ada di Gunungkidul, kita Perda-kan 365 desa menjadi sentra industri. Boleh bapak lihat, masing-masing desa punya cirikhas masing-masing. Ada dibidang logam yang sudah terkenal hingga benua Afrika dengan logam Gunungkidul Yogyakarta. Dapat kita hitung, jika satu unit kerja saja menghidupi empat tenaga kerja, maka 100 ribu tenaga kerja Gunungkidul tidak perlu merantau ke Jakarta, sambung Hadi Purnomo, Asisten I yang mengaku punya orangtua pernah bertugas sebagai jaksa di Bukittinggi. (Bersambung)
============
Kunjungan Kerja Komisi B DPRD Payakumbuh ke Gunungkidul (2)
, kata Suahimi Birran.
Bendahara DPD PAN Payakumbuh itu mengakui, kunjungan itu tidak sebatas raun belaka. Tapi membawa sejumlah bahan sebagai perbandingan untuk menyusun rencana kerja di pemerintah Kota Payakumbuh.
Menjaga lingkungan hidup, meminimalkan perusakan tanah dan erosi, mengurangi polusi, mengoptimalkan produktifitas biologis dan meningkatkan faktor kesehatan
Memelihara kesuburan tanah untuk jangka panjang dengan mengoptimalkan kondisi aktifitas biologis pada tanah
Memelihara keberagaman biologis di dalam systemnya
Dalam usahanya memanfaatkan sebanyak mungkin bahan-bahan daur ulang
Mengusung pemeliharaan yang meningkatkan kesehatan dan memenuhi kebutuhan mendasar dari ternak
Mempersiapkan produk-produk organik, menekankan proses yang hati-hati, dan menggunakan metode untuk mencapai pemeliharaan terhadap integritas organik dan kualitas vital produk pada setiap tahapannya
Berpegang pada sumber daya yang dapat diperbaharui didalam system pertanian yang diorganisasi secara lokal
Kekuatan ekonomi Indonesia yang selama ini banyak tersembunyi di perdesaan diharapkan bisa terangkat dengan program satu desa satu produk ini. oediono menyatakan saat ini masih diperlukan penelitian mendalam mengenai produk apa yang cocok untuk satu desa. “Apakah produksi kerajinan tangan atau agroindustri. Jangan sampai kita sudah bikin produk bagus, tapi tidak ada pasarnya,” ujar Boediono saat seminar internasional OVOP.
OVOP yang mengandung semangat pemberdayaan masyarakat desa itu memang sangat mengandalkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi sebagai ujung tombak. Namun, seperti yang terjadi selama ini, UMKM kerap terhambat permasalahan klasik, yaitu adanya kesenjangan pemasaran. Produk yang sudah bagus sering kali tidak bisa dijual-atau kalaupun bisa terjual dihargai murah-karena para pengusaha kecil ini tidak mempunyai akses yang cukup untuk memasarkannya.
Pertanian Organik
metode produksi pertanian dan peternakan yang lebih memilih untuk meminimalisir /tidak menggunakan pestisida dan pupuk kimia tertentu
1. 26 Jan Wakil Ketua B DPRD Suhaimi Birran didampingi Ketua Komisi Tri Venindra bersama Asisten II Budi Martono dan Ketua Komisi B DPRD Gunungkidul Suhardono saat menerima rombongan DPRD Rabu lalu–jonres
2. 26 Jan Anggota Komisi B DPRD bersama Asisten II Budi Martono dan Ketua Komisi B DPRD Gunungkidul Suhardono saat menerima rombongan DPRD Rabu lalu–jonres
Desember 17, 2009
PAYAKUMBUH KIAN BERPRESTASI
HUT KE-39 DIHADIRI GUBERNUR MARLIS RAHMAN
Menapaki usianya 39 tahun, Kota Payakumbuh yang dipimpin Josrizal Zain dan Syamsul Bahri telah banyak menorehkan catatan dan agenda penting dengan segala riak dan dinamikanya. Tentunya, hal ini menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan dan perkembangan kota yang telah 39 tahun ini.
Gubernur Marlis Rahman mengucapkan selamat HUT ke-39 Kota Payakumbuh

Gubernur Marlis Rahman disambut Ketua DPRD H Wilman Singkuan, SSos
“Sebagai kota kecil yang terus menggeliat, Payakumbuh terbilang termasuk kota yang diperhitungkan di tingkat Sumbar maupun nasional, bukan hanya itu saja, untuk ukuran prestasi juga boleh dibanggakan, termasuk prestasi di tingkat nasional,” pidato Ketua DPRD Payakumbuh Wilman Singkuan membuka peringatan HUT Kota ke-39 di Aula DPRD.
Hadir di Peringatan HUT ke-39 ini, Gubernur Sumbar Marlis Rahman. Aula DPRD penuh sesak oleh undangan dan pegawai serta unsur masyarakat Payakumbuh. Tampak juga hadir Mahmuda Rivai yang mantan Sekda Kota Payakumbuh.
Dipercayanya Kota Payakumbuh mewakili Sumbar menjadi tuan rumah HKSN 2009 oleh Marlis Rahman dipandang sebagai prestasi luar biasa. Payakumbuh kini menjadi cermin sukses Sumbar yang akan disaksikan langsung oleh Presiden SBY.
Dt Rajo Sulaiman yang menjadi panitia pendirian Kota Payakumbuh mendapat kehormatan khusus dari Marlis Rahman untuk disapa dalam pidato sambutannya. Hadir pula Anggota DPD RI Riza Pahlevi yang menyempatkan mengikuti peringatan tersebut.
Marlis Rahman sendiri mengatakan kesungguhan mewujudkan good governance dan clean government suatu keharusan. Citra birokrasi harus tetap dijaga baik di tengah masyarakat.
PRESTASI KOTA
Wako Josrizal Zain masih tetap mengemukakan prestasi kota. Penurunan angka kemiskinan warga yang kini hanya 3.230 kepala keluarga saja. Pembangunan berbasis UKM dilakukan di Payakumbuh, peningkatan iman dan taqwa, peningkatan kualitas pendidikan, peningkatan kualitas kesehatan, peningkatan sarana dan prasarana perkotaan, peningkatan pelayanan umum dan perlindungan sosial, pengembangan tata ruang dan pembangunan wilayah, serta pengembangan pariwisata dan budaya menjadi momok kinerja pemerintah Payakumbuh secara aktif.
Hasil kerja DPRD Kota Payakumbuh disebut Josrizal Zain sangat patut diacungi jempol. Sebab komitmen tinggi 25 anggota DPRD, pembahasan dan pengesahan RAPBD 2010 selesai sesuai target waktu yang ditetapkan.(dodi syahputra)
November 24, 2009
MASYARAKAT MISKIN, MESTI DIDATA
JAWABAN WAKO, ATAS PERTANYAAN FRAKSI-FRAKSI
Tanggapan Fraksi-Fraksi yang disampaikan Walikota Payokumbuah, kemarin menerangkan bahwa segera Pemko akan melakukan pendataan ulang tentang penduduk miskin. Dari pendataan ini lah baru akan dibatkan program agar tidak ngambang.
Nota jawaban pandangan Fraksi-Fraksi yang dibacakan oleh Wawako Syamsul Bahri, kemarin di hadapan 25 anggota DPRD Payokumbuah juga menjawab tegas pertanyaan Fraksi PAN bahwa belanja pemerintah tidak langsung yang tinggi bukan berarti bukan untuk rakyat.
“Belanja tidak langsung selain untuk pembayaran gaji PNS dan DPRD beserta tunjangan, dana operasional kepala daerah dan pimpinan DPRD, tunjangan komunikasi intensif pimpinan dan anggota serta tambahan penghasilan PNS, namun juga dialokasikan untuk belanja hibah kepada instansi vertikal, instansi/lembaga/organisasi swasta, organisasi semi pemerintah serta hibah kepada masyarakat atau kelompok masyarakat yang bertujuan menunjang fungsi pemerintahan,” ujar Syamsul Bahri di ruang siding DPRD Payokumbuah.
MASIH MISKIN
Fraksi PAN yang sebelumnya menyebutkan bahwa kenyataan di lapangan masyarakat Payokumbuah banyak yang masih miskin, dijawab Syamsul Bahri bahwa sampai hari ini akurasi data penduduk miskin belum didapatkan. Makanya, harus disesuaikan dulu dengan kondisi lapangan baru kebijakan bisa ditempuh.
Estimasi jumlah pendapatan asli daerah, diungkapkan Wawako juga telah diestimasi secara maksimal. Selanjutnya, juga dijelaskan tentang rencana pembangunan Kantor Balaikota Payokumbuah.
Terminal Koto Nan Ampek akan segera dioperasikan seperti peruntukannya. Pondok promosi, ungkap Wawako telah berfungsi.
Terkait dengan DBD, tidak segitu saja dapat diungkapkan. Sebab harus melalui diagnose klinis dan hasil analisa labor. Kasus DBD yang ada di Payokumbuah harus pula disikapi dengan bijak, mulai dari pencegahan, pemberantasan sarang nyamuk, pencegahan diagnosis sampai pengobatan pasien secara efektif.
Menanggapi Fraksi Bintang Perjuangan Reformasi, Wawako mengatakan kenaikan gaji PNS 5 persen mulai 2010 termaktub dalam Permendagri No. 25 tahun 2009 tentang pedoman penyusunan APBD 2010, dimana pemerintah daerah diharapkan menganggarkan kenaikan gaji PNS pada APBD tahun 2010.(sp)
November 21, 2009
FPG : BANGUN TERMINAL TRUK
Fasilitas umum yang belum memadai di Payakumbuh, diminta Fraksi Partai Golkar, agar lebih ditingkatkan, guna menggenjot PAD kota setempat. Juru bicara FPG, H. Maharnis Zul, S.Pd, mencontohkan, sudah saatnya Payakumbuh memiliki terminal truk yang representatif. Perhitungan FPG, lebih kurang Rp550 juta/tahun, PAD akan bisa disedot dari terminal truk.
Pandangan Umum FPG terhadap RAPBD 2010 itu, disampaikan dalam acara rapat paripurna DPRD di gedung dewan Jalan Sukarno Hatta Payakumbuh, Sabtu (21/11). Rapat paripurna tersebut dipimpin Ketua DPRD Wilman Singkuan, S.Sos, didampingi dua wakil ketua H. Sudirman Rusma, H. Suhaimi Birran, BA serta dihadiri Walikota H. Josrizal Zain, Wawako H. Syamsul Bahri, Sekdako H. Irwandi, SH, angota Muspida, pimpinan SKPD dan pengurus parpol, LSM serta tokoh masyarakat.
Pandangan umum perdana bagi FPG itu, juga menyorot sekolah gratis yang telah dihembuskan pemerintah diberbagai media masa. FPG minta ketegasan, apa-apa saja yang digratiskan oleh pemerintah, sehingga jelas bagi masyarakat, tegasnya.
FPG juga meminta eksekutif, untuk meningkatkan mutu jalan lingkar utara dan jalan lingkar selatan, drainase disejumlah daerah yang digenangi air serta pembangunan kembali kantor camat Payakumbuh Barat yang terbakar. Di bagian lain, FPG juga meminta pemko, meningkatkan jumlah aparatur di kelurahan serta kesejahteraan seluruh PNS, sesuai dengan aturan main yang berlaku.
Soal kemiskinan, FPG meminta pemko untuk mendata ulang angka kemiskinan di Payakumbuh, sesuai dengan indikator yang berlaku. Menurutnya, ada tiga faktor yang menyebabkan orang miskin, kurangnya ilmu pengetahuan, lemahnya otos kerja dan rendahnya nilai-nilai imtaq.
Fraksi PKS, seperti disampaikan juru bicaranya Nasrul, mengusulkan, agar dalam penyusunan APBD 2010, benar-benar memperhatikan kebutuhan masyarakat. Usulan kegiatan, diharapkan lebih terfokus untuk menunjang sektor-sektor basis yang punya daya dorong tinggi bagi belanja publik.
Di bagian lain FKS mempertanyakan, apakah kegiatan yang diusulkan tidak tumpang tindih antara satker serta tidak terjadi duplikasi anggaran. Sama hanya dengan FPG, pemko diminta F-PKS untuk menjelaskan kebijakan untuk menekan angka kemiskinan dan pengangguran.
Akurasi data angka kemiskinan dan pengangguran juga dipertegas F-PAN, lewat juru bicaranya H. Masrul Malik, SH. Menurutnya, prediksi data yang disampaikan walikota, dengan mempebandingkan angka dari tahun ke tahun, cukup baik. Apalagi dengan prediksi pertumbuhan ekonomi 2010 mencapai 6 sampai 6,5%. Tapi, kenyataan di lapangan, masih banyak masyarakat yang mengeluh dan menangis, karena permasalahan ekonomi rumah tangga dan mata pencaharian yang pas-pasan.
Nyaris senada dengan fraksi sebelumnya, F-Partai Demokrat dan Fraksi Bintang Perjuangan Reformasi (F-BPR), juga mempertanyakan, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran. Karena, dinilai kontradiksi dengan komposisi belanja langsyung yang turun 0,90% atau mencapai Rp1,7 M lebih.
Juru bicara Partai Dmokrat Syaiful Anwar, SH, juga mempertanyakan manfaat pondok promosi di Medan nan Bapaneh Taman Wisata Ngalau Indah yang belum dimanfaatkan secara utuh. Di samping itu, juga dipertanyakan, peranan Kantor Penghubung (LO) Kota Payakumbuh di Kota Batam, dalam rangka meningkatkan ekonomi pelaku ekonomi mikro Payakumbuh.
Sementara juru bicara F-BPR Isa Aidil, mempertajam, Silpa 2009 yang diperkirakan mencapai Rp76 Milyar. Silpa ini, pencerminan pemko dengan SKPD-nya belum maksimal menjalankan program. Dalam memacu kinerja SKPD, seyoginya diterapkan reward and fanish, tegasnya.
F-PPP lewat juru bicara Alhadi Hamid, mempertanyakan, kenapa sampai terjadi penurunan DAK 2010 yang cukup drastis, mencapai Rp24.640.700.000 atau minus 67,58 persen. Penurunan tersebut, apakah tidak mempengaruhi terhadap 9 prioritas pembangunan pada 2010 serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ditaati
Pembahasan RAPBD 2010 Payakumbuh, dijadwalkan rampung 30 November mendatang. Senin (23/11) ini, akan berlangsung paripurna yang sama, mendengar jawaban walikota tentang pandangan umum fraksi.
Ketua DPRD Payakumbuh Wilman Singkuan, ketika ditanya, mengungkapkan, jadwal yang telah disusun Bamus itu, akan ditaati. Karena itu, dalam rapat kerja anggaran nanti, semua SKPD yang menyusun renja, diminta mampu mempertanggung jawabkannya, sehingga pelaksanaan pembahasan RAPBD berjalan sebagaimana mestinya.
Wakil Walikota Syamsul Bahri, menegaskan, dalam memburu penyelesaian APBD 2010, tidak akan ada pimpinan SKPD yang akan meninggalkan daerah. “Hingga APBD 2010 rampung, tak akan ada pimpinan SKPD yang diberi izin meninggalkan daerah,” tegasnya.(*)
November 20, 2009
RAPBD 2010 TETAP DEFISIT
WAKO JOSRIZAL AKUI DAK TURUN
RAPBD 2010 Kota Payakumbuh masih disusun berdasarkan konsep defisit anggaran sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Belanja kota sampai perkiraan 2010 tetap saja lebih besar dari pendapatan.
Defisit anggaran yang direncanakan sebesar Rp76.654.715.279,- yang akan ditutupi dengan anggaran penerimaan dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun lalu sebesar Rp76.922.358.415. Sisa anggaran direncanakan juga akan menutupi pembayaran utang pokok yang jatuh tempo sebesar Rp276.643.136.
Pengantar nota keuangan yang disampaikan Wako Josrizal Zain di hadapan Rapat Paripurna DPRD Payakumbuh, Rabu (18/11) kemarin itu disadari memang belum memenuhi keinginan dan kebutuhan semua pihak. Josrizal berharap agar pembahasan RAPBD ini nantinya dapat diselesaikan bersama DPRD tepat waktu demi kesejahteraan masyarakat.
Lebih lanjut Josrizal menjelaskan defisit anggaran selain dari sisa perhitungan anggaran 2009, juga akan ditutupi dengan pinjaman daerah, penjualan obligasi daerah, hasil penjualan milik daerah yang dipisahkan, transfer dana cadangan yang dianggarkan pada kelompok pembiayaan, dan jenis penerimaan daerah. Sementara, surplus anggaran dimanfaatkan antara lain untuk transfer ke dana cadangan, pembayaran pokok pinjaman, penyertaan modal, dan atau sisa perhitungan anggaran.
Penyampaian nota keuangan RAPBD oleh Wako didengarkan oleh seluruh anggota DPRD Payakumbuh. Ketua DPRD Wilman Singkuan bersama Wakil Ketua H Sudirman dan H Suhaimi Birran duduk bersama di depan. Hadir pula jajaran Muspida plus serta Sekdako Irwandi dan SKPD lainnya.
STRATEGIS
Selain masalah anggaran, Wako Josrizal juga menyampaikan masuknya anggaran 2010 di rencana pembangunan Balaikota Payakumbuh di Lapangan Kapten Tantawi, pembangunan rumah potong hewan modern, lanjutan pembangunan tennis indoor, lanjutan pembangunan pasar Ibuah, pembenahan terminal Sago, lanjutan pembangunan pasar tradisional/pondok promosi Ngalau Indah, dan pembangunan kembali kantor Camat Payakumbuh Barat yang habis terbakar.
Selain itu, dalam awal penjelasan notanya, Josrizal menerangkan bahwa estimasi pendapatan asli daerah 2010 berjumlah Rp34.515.670.854 yang naik dari 2009 sebesar 14,25 persen. Kenaikan ini diprediksi Josrizal berasal dari jenis hasil pajak daerah Rp.2.410.814.032 kemudian jenis hasil retribusi daerah sebesar Rp6.804.029.140 ditambah jenis hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp3.623.756.682 serta PAD yang sah lainnya Rp21.678.071.000,-
DAK TURUN
Sementara dana alokasi umum naik 3,92 persen, namun dana alokasi khusus (DAK) turun Rp24.640.700.000 atau minus 67,58 persen. DAK yang turun di bidang pendidikan, kesehatan, DAK kesehatan rujukan yang tidak lagi diberlakukan di 2010, DAK irigasi, DAK air minum dan sanitasi, DAK pertanian, DAK lingkungan hidup, DAK bidang keluarga berencana. Turunnya DAK di berbagai bidang ini serta-merta menurunkan estimasi di dana perimbangan pusat dan daerah yang hanya Rp272.690.684.038.
Jika dibandingkan dengan target 2009 terjadi penurunan sebesar Rp15.341.945.000 atau minus 5,33 persen. Meski DAU naik 3,92 persen, akibat kenaikan gaji pegawai 5 persen serta pengangkatan formasi CPNS 2009, namun sebab DAK yang turun drastis mengeliminir kenaikan DAU.
Soal target belanja daerah, Josrizal Zain dalam rapat paripurna penyampaia nota RAPBD 2010, kemarin target belanja Rp388.135.537.481 yang naik Rp3.280.812.745.
MARATON
Rapat Paripurna kemarin dihadiri 24 anggota DPRD minus Mustafa, dari Fraksi PKS. Ketua DPRD Wilman Singkuan menjelaskan bahwa sampai Senin 30 November mendatang telah akan diambil keputusan terhadap RAPBD 2010 ini. Rapat maraton yang digelar DPRD demi secepatnya selesai APBD 2010 ini ditukukkan demi kesejahteraan masyarakat Kota Payakumbuh.
Hari ini, dalam hasil Badan Musyawarah DPRD Payakumbuh telah dirapatkan di fraksi-fraksi untuk mempersiapkan pandangan umum fraksi yang digelar Sabtu, lusa. Percepatan ini, menurut Wilman Singkuan diharapkan ikut didukung oleh seluruh masyarakat kota, sebab hasil pembahasan, serta rapat-rapat pembahasan RAPBD 2010 ini akan gunanya adalah untuk masyarakat juga.(dodi syahputra)
November 17, 2009
MAYAT AFRIMAS DITEMUKAN, TIM LANTAMAL 2 BERJASA
Ya, Afrimas ditemukan telah meninggal dunia. Selama tiga hari lamanya ia terseret arus. Sesuai teori, menurut Mayor Laut (KH) Ir H Jeni Satva MSi, tubuh mayat yang tenggelam seharusnya memang telah mengapung.
Sejak Sabtu malam lalu, satu regu marinir Angkatan Laut telah berupaya sekuat tenaga mencari mayat Afrimas bersama tim Tagana (taruna siaga bencana) Kota Payokumbuah. Pencarian yang disulitkan oleh kondisi sungai yang berarus deras, hujan yang lebat, membuat tim harus bekerja ekstra keras.
Air deras ditambah hujan dari hulu menjadikan air sangat keruh. Tim tidak bisa menyelam sebab jarak pandang hanya 0 meter.
Minggu pagi, sampai malam pun pencarian terus dilakukan. Tak henti-henti, tim SAR Angkatan Laut dan Tagana Payokumbuah terus melakukan pencarian. Pola pencarian dibagi dua. Satu tim menyisir di tepi sungai, tim lainnya menyisir di tengah sungai bersama perahu karet.
Senin pagi kemarin, tim Mayor Jeni Satva kembali melakukan briefing. Kali ini, tim menentukan titik pencarian. Secara teori, setelah tiga hari hanyut, ditetapkan titik 5-6 km pencarian dari Jembatan Ratapan Ibu.
Tim marinir pun kemudian bergerak. Satuan marinir di bawah Lantamal 2 yang dikomandoi oleh Laksamana Pertama H Arnol SH Dt Batuduang Ameh ini kemudian bergerak perlahan. Akhirnya mayat Afrimas pun ditemukan di titik 6 km, tepatnya di perbatasan Koto Baru-Payobasuang.
Mayat pun diangkat bersama tim AL dan Tagana. Mayat kemudian dibungkus dengan kantong mayat dan dibawa ke rumah duka di Andaleh, Limo Puluah Koto. Pihak keluarga kemudian menerima mayat tersebut dan mengungkapkan terima kasihnya kepada tim marinir AL.
RESPONSIF
Pimpinan DPRD Kota Payokumbuah, oleh Wakil Ketua H Suhaimi Birran mengucapkan syukur atas telah ditemukannya mayat tersebut. Selama tiga hari mayat tersebut masih dicari-cari. “Alhamdulillah, tim Marinir AL dari Lantamal 2 Padang mau membantu,” ujar Suhaimi.
Mayor Jeni Satva pun mengungkapkan, bahwa ia dan anak buahnya semula mendapatkan telpon dari Payokumbuah bahwa ada mayat yang belum ditemukan hanyut di Batang Agam. Tim respon Lantamal 2 langsung berangkat menuju Payokumbuah.
“Kami punya tim Yon Marhalan dan Kamla (keamanan laut). Tim ini sewaktu-waktu dapat dimintakan bantuan, jika ada bencana, khususnya di air dan di laut. Kami responsif terhadap setiap kejadian bencana atau sejenisnya,” ujar Jeni Satva meyakinkan.
Sewaktu baru sampai di Payokumbuah, Marinir AL langsung beroordinasi dengan Kesbanglinmas Payokumbuah, yang dikepalai Atur Satria.
Tim Tagana sendiri di bawah komando Bobby Busra mengaku sangat terbantu dengan adanya tim Marinir AL. Akunya, Marinir AL sangat mengerti dengan sistem pencarian mayat dan evakuasi.
“Kami sangat terbantu dan belajar banyak dari marinir. Kami ucapkan terima kasih,” ujar Bobby Busra yang menugaskan 12 anggota Tagana dari 68 yang ada di Payokumbuah.
BUNUH DIRI
Seperti telah diberitakan sejak kejadian oleh POSMETRO, bahwa korban melakukan bunuh diri di Jembatan Ratapan Ibu. Di sana, korban meloncat ke sungai.
Jumat sore itu, tim Tagana Kota Payokumbuah telah berupaya keras untuk menemukan Afrimas. Afrimas yang disebut-sebut tengah stress berat, tidak kunjung ditemukan.
Sebab adanya informasi, bahwa Lantamal 2 Padang mempunyai tim penyelam dan marinir yang digdaya, maka beberapa orang dari Payokumbuah berusaha menelepon ke Laksma Arnol. Komandan Lantamal 2 ini langsung responsif.
Ia menugaskan, anggotanya untuk membantu. Tim yang siap siaga selalu ini langsung menuju Payokumbuah. Tim langsung bekerja. Akhirnya menemukan korban telah terapung di sungai Batang Agam, tersangkut di antara pepohonan di tepi sungai.(dodi syahputra)
November 4, 2009
PIMPINAN, KOMISI DAN FRAKSI
ALAT KELENGKAPAN LAINNYA MENUNGGU PP

LAMPIRAN KEPUTUSAN DPRD KOTA PAYAKUMBUH
Nomor : 12/KPTS/DPRD/2009
Tanggal : 02 November 2009
Tentang : PEMBENTUKAN ALAT KELENGKAPAN DPRD KOTA PAYAKUMBUH
|
NO.
|
NAMA
|
JABATAN
|
FRAKSI
|
|
1
2
3
|
WILMAN SINGKUAN, S.Sos
H. SUDIRMAN RUSMA
H. SUHAIMI BIRRAN, BA
|
KETUA
WAKIL KETUA
WAKIL KETUA
|
PARTAI DEMOKRAT
PARTAI GOLKAR
PAN
|
KOMISI-KOMISI
KOMISI A
|
NO.
|
NAMA
|
JABATAN
|
FRAKSI
|
|
1
2
3
4
5
6
|
ALHADI HAMID
H. MASRUL MALIK, SH
NASRUL
ISA AIDIL
H. MARHANIS ZUL, S.Pd
SYAIFUL ANWAR, SH
|
KETUA
WAKIL KETUA
SEKRETARIS
ANGGOTA
ANGGOTA
ANGGOTA
|
PPP
PAN
PKS
BPR
PARTAI GOLKAR
PARTAI DEMOKRAT
|
KOMISI B
|
NO.
|
NAMA
|
JABATAN
|
FRAKSI
|
|
1
2
3
4
5
6
7
|
TRI VENINDRA
H. AL HUDRI DT. RKY. MULIE
NASRIL SURI
SYAFRIZAL
KHAIRUL
MARHDAYANDI, A.Md
VEMBRIAN ASUNG NUGROHO, ST
|
KETUA
WAKIL KETUA
SEKRETARIS
ANGGOTA
ANGGOTA
ANGGOTA
ANGGOTA
|
PKS
BPR
PPP
BPR
PARTAI GOLKAR
PAN
PARTAI DEMOKRAT
|
KOMISI C
|
NO.
|
NAMA
|
JABATAN
|
FRAKSI
|
|
1
2
3
4
5
6
7
8
9
|
H. ABDUL KHAIR
MUSTAFA
Ir. ZUL AMRI
YB. DT. PARMATO ALAM
ERLINDAWATI, S.Pd
ARIBUS MADRI, B.Ac
HUSRINA JAMHUR, S.Pd
Ir. EFRI
ADI SURYATAMA, ST
|
KETUA
WAKIL KETUA
SEKRETARIS
ANGGOTA
ANGGOTA
ANGGOTA
ANGGOTA
ANGGOTA
ANGGOTA
|
PARTAI GOLKAR
PKS
PAN
PARTAI GOLKAR
PPP
BPR
PAN
PARTAI DEMOKRAT
PARTAI DEMOKRAT |
November 1, 2009
FOTO PELANTIKAN PIMPINAN

Selamat : H. Jendrial kepada Wilman Singkuan S.Sos


Para anggota DPRD Payakumbuh

Oktober 30, 2009
WILMAN SINGKUAN RESMI KETUA DPRD KOTA PAYAKUMBUH

PELANTIKAN WILMAN SINGKUAN
http://www.padang-today.com/?today=news&id=10625
Payakumbuh | Jumat, 30/10/2009 17:52 WIB
Pimpinan DPRD Payakumbuh Dikukuhkan
Dodi Syah Putra – Posmetro Padang
Resmilah Wilman Singkuan, mulai hari ini menduduki BA 2 M, sejak dikukuhkan secara resmi dalam sidang paripurna dan diambil sumpahnya, selaku Ketua DPRD Kota Payakumbuh. Bersamanya juga dikukuhkan Wakil Ketua Sudirman Rusma dan Suhaimi Birran. Keputusan Gubernur bernomor 171-449-2009 tertanggal 20 Oktober 2009, menjadi landasan pengukuhan tersebut. Sidang paripurna pengukuhan itu dihadiri seluruh anggota dewan, Walikota, Wakil Walikota, serta unsur muspida.
Wako Josrizal Zain mewakili gubernur Sumatera Barat mengukuhkan ketiganya. Sumpah jabatan dilakukan oleh Ketua Pengadilan Negeri (PN) Payakumbuh diwakili oleh Wakil Ketua, Joni SH, MH, serta Rohaniawan dari Kasi Urais Depag Kota Payakumbuh, Jufrimal, MA.
Josrizal Zain mengatakan, dengan telah dilantiknya ketiga pimpinan dewan, maka kinerja akan lebih efektif. Pengukuhan ketiganya akan diringi dengan kinerja yang kian padat, antara lain pembahasan APBD Perubahan 2009 dan APBD 2010. Sekwan Darmawansyah merasa lega dengan pengukuhan ini. Kelegaannya itu didasari dengan agenda DPRD yang kian padat, menjelang berakhirnya tahun anggaran 2009. Di antaranya, penetapan RAPBD 2010 yang sudah diambang pintu.
“Kalau pimpinan DPRD difinitif sudah ada, DPRD akan mudah melakukan paripurna pembahasan RAPBD Payakumbuh,” ujarnya.
Agenda lainnya berupa menyusun tatib DPRD serta penetapan perangkat DPRD, seperti komisi dan fraksi. Meski begitu, penetapan tetap saja harus berada di tangan pimpinan definitif. Mulai hari ini, Wilman Singkuan resmi memakai seluruh fasilitas, termasuk mobil dinas BA 2 M.
Menggunakan kopiah haji, mantan Ketua DPRD Kota Payakumbuh periode 2004-2009 Jendrial turut hadir bersama mantan Wakil Ketua Asmadi Taher yang berbatik merah gelap. Juga tampak mantan anggota dewan lainnya, diantaranya Sukri Yusuf. Jendrial mengucap selamat, sekaligus berpesan agar Ketua dan anggota yang kini menjadi wakil rakyat Kota Payakumbuh mampu bekerja lebih baik lagi. [*]



